Surabaya (beritajatim.com) – Seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan pelaku usaha baru, utamanya di bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan harapan bisa menjadi pahlawan perekonomian.
Pesta Wirausaha 2023 hadir sebagai ajang berkumpulnya UMKM atau para calon pemilik merek yang akan menjadi kebanggaan tanah air dari Kota Surabaya dan berbagai daerah lainnya di Jawa Timur.
Bergerak bersama praktisi bisnis, salah satunya Mebiso yang akan berbagi pengalaman yang berkaitan dengan risiko yang kerap mengintai reputasi bisnis ketika mulai bertumbuh (scale up).
Keseriusan membangun brand bisa dinilai dari niat pemilik UMKM dalam melindungi mereknya. Tak hanya itu, pemilik UMKM pun harus paham terlebih dahulu risiko seperti apa yang mengincar reputasi bisnisnya saat scale up, bagaimana dampak dari risiko tersebut dapat menghambat proses pengembangan usaha.
Startup asal Surabaya ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk melakukan pengecekan merek. Sehingga, dalam melakukan pengecekan merek, tak perlu ribet, cukup dengan satu kali klik.
“Pengecekan merek hanya butuh waktu sebentar, tak lebih dari lima menit. Sehingga, pelaku usaha bisa mendaftarkan mereknya dengan segera. Platform ini mampu mengukur prosentase keberhasilan pendaftaran merek, menghindari persamaan nama merek, mengetahui rincian merek pembanding hingga menganalisa strategi pendaftaran merek,” terang CEO Mebiso.com, Hesti Rosa di Gedung Balai Pemuda, Surabaya.
“Proses pengecekan merek juga transparan, proteksi terotomatisasi dan mendapat dukungan dari praktisi. Sehingga, membantu melindungi originalitas merek dan kekuatan brand,” imbuh dia.
Platform ini, kata dia, dirancang secara komprehensif untuk mendukung pelaku usaha yang ingin melindungi originalitas merek usahanya. Kemudian, mendukung biro jasa dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan.
“Sementara, bagi masyarakat, mampu melindungi tipu daya merek KW (tipuan). Serta, dari sisi pemerintah, mampu mendorong upaya pemerataan perlindungan kekayaan intelektual (KI),” lanjut dia.
Sebelum diluncurkan, setidaknya sudah lebih dari 54.430 pelaku usaha yang memanfaatkan platform ini untuk melakukan pengecekan merek. Sehingga, mereka bisa melakukan pendaftaran merek lebih cepat.
Bahkan, sejak tahun 2022, dalam platform ini terdapat lebih dari 1,4 juta data merek. Kemudian, sudah ada lebih dari 6.000 merek terdeteksi setiap bulan. Serta, sudah ada lebih dari 58.440 merek yang sudah terdaftar.
“Saat melakukan pengecekan, juga tertera potensi keberhasilan saat mendaftarkan merek. Sehingga, pelaku usaha tidak perlu lagi khawatir dan tinggal duduk manis di rumah,” papar dia.
https://beritajatim.com/teknologi/pens-kembangkan-alat-pemeriksaan-jantung-portable/
Tak hanya itu, Hesti menyebut, platform ini juga membantu pelaku usaha untuk menjawab kebutuhan perlindungan merek. Mulai dari tahap pra hingga pasca pendaftaran merek.
“Mulai dari memperhitungkan potensi keberhasilan daftar merek, hingga memasang fitur proteksi yang aktif 24 jam dalam satu minggu untuk mendeteksi dan mencegah tindak peniruan merek,” lanjut dia.
Salah satu pengguna jasa Mebiso.com, Apik Primadya mengaku sangat terbantu dalam proses pendaftaran merek setelah menggunakan Mebiso.com.
“Adanya Mebiso.com ini sangat membantu saya. Karena proses pendaftaran merek ini tidak cepat. Saya juga tidak mungkin terus memantau karena setiap hari ada kesibukan. Sekarang saya tenang, setiap ada perubahan status dalam pendaftaran merek, bisa di cek di ponsel, karena ada notifikasinya,” kata Founder dan Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia.
Sementara itu, pengguna lain, yakni Afrizal N. Baharsyah juga mengaku terbantu dengan adanya Mebiso.com. Sebab, nama brand miliknya tak mudah ditiru oleh orang lain.
“Unsur nama brand perusahaan saya ini cukup umum digunakan. Sehingga, saya khawatir kalau ada brand baru yang muncul dan namanya mirip. Nah, di Mebiso.com ini ada fitur proteksi. Bisa buat saya lebih sigap dan responsif kalau ada nama brand yang mirip,” ujar CEO Jagoan Hosting Indonesia ini. (Way)






