Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya melarang Persebaya menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya untuk pertandingan pra musim dan lapangan penunjang untuk berlatih. Husein Ghozali, Koordinator Bonek Green Nord, mencurigai jika ada pihak terkait yang tidak berkenan jika Persebaya menggunakan GBT.
Ditemui di Warkop 27 Dinoyo, Cak Cong sapaan akrab Husein Ghozali mengatakan jika sebelumnya para suporter sempat bertemu dengan pihak Kepala Dibudporapar, Wiwik Widayati. Dikatakan bahwa GBT masih dalam proses penjahitan rumput.
“Kenapa ini selalu terjadi di GBT, yang kami curiga ada pihak yang tidak menginginkan GBT digunakan oleh Persebaya. Sedangkan pengerjaan di GBT belum selesai tapi pindah ke Solo, dan sekarang pindah di Jakarta dan disana alat menjahit rumput sistesisnya rusak. Terus sampai kapan pengerjaannya ini selesai, sampai Piala Dunia selesai pengerjaannya tidak akan selesai,” ungkap Cak Cong, Jumat (5/5/2023).
BACA JUGA:
Persebaya Juga Dilarang Pakai Lapangan Thor dan Tambaksari untuk Latihan
Persebaya Masih ‘Terlempar’ dari Stadion Gelora Bung Tomo
Solusinya, Cak Cong meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk membuat kebijakan terkait langkah yang harus diambil untuk kebijakan yang baik untuk Persebaya. Apalagi jadwal kompetisi pra musim rencananya akan digelar Juni mendatang, sedangkan Kompetisi Musim 2023/2024 akan digelar Juli mendatang.
“Kami meminta kebijakan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk mengambil langkah kebijakan yang baik untuk manfaatkan GBT untuk Persebaya. Bagaimana pun Persebaya itu Surabaya begitu sebaliknya,” katanya.
Diketahui sebelumnya, manajemen Persebaya mempertanyakan pelarangan penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo dan lapangan pendukung. Pasalnya dalam tujuh bulan terakhir lalu Persebaya harus menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro karena alasan pembenahan Stadion GBT untuk Piala Dunia U20. [way/but]






