Sumenep (beritajatim.com) – KM Jaya Makmur, yang mengangkut 850 karung garam mentahan, tenggelam di perairan selatan Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep.
“Dalam kecelakaan laut itu, 2 ABK telah ditemukan selamat, dan 1 ABK hilang. Sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (04/05/2023).
Lokasi terbaliknya perahu itu berdekatan dengan lapangan pengeboran migas HCML, MAC WHP. Musibah laut itu pertama kali diketahui oleh salah satu AHT Logindo Progress AHT Logindo Progress (nama kapal yang sekarang beroperasi di MAC-WHP: red) saat melaksanakan tugas rutin melakukan pengontrolan dan pengawasan rig pengeboran sumur migas HCML MAC.
“Tim offshore HCML ini melihat sebuah kapal kayu yang sedang mengalami kemiringan dan akhirnya tenggelam,” terang Widiarti.
KM Jaya Makmur yang berangkat dari Pelabuhan Sreseh Sampang dengan tujuan Panarukan Paiton itu dinahkodai Dofir (60), dengan 2 ABK yakni Abdussalam (50), dan Eko (31).
“Dalam kecelakaan laut itu, nahkoda yakni Dofir dan ABK Abdussalam ditemukan selamat. Sedangkan satu ABK lagi yakni Eko, dinyatakan hilang. Logindo Progress masih melakukan melakukan pencarian korban yang hilang itu,” ungkap Widiarti.
https://beritajatim.com/peristiwa/kapal-tanpa-awak-ditemukan-nelayan-sampang-pemilik-diduga-tenggelam-ke-laut/
Ia menambahkan, hari ini Sat Polairud Polres Sumenep, BKO Ditpolairud Polda Jatim, TNI AL, dan BASARNAS melakukan penjemputan terhadap 2 ABK yang selamat.
“Penjemputan ini dilakukan dengan menggunakan kapal speed. Dua ABK yang selamat itu dibawa ke Pelabuhan Kalianget dan dilakukan tindakan medis,” ujarnya.
Dalam musibah laut itu, muatan sebanyak 850 karung atau 50 kg garam, ikut tenggelam bersama KM. Jaya Makmur GT. 30. “Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 250 juta,” pungkas Widiarti. [tem/but]







