Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Zuhrotul Mar’ah menyayangkan tidak terpenuhinya semua Sentra Wisata Kuliner (SWK) di kota pahlawan. Saat ini ada ratusan lapak SWK Surabaya yang kosong pedagang.
Padahal, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya mengentaskan kemiskinan dan mengerakkan roda perekonomian melalui pelaku-pelaku UMKM. Salah satunya dengan memfasilitasi masyarakat Surabaya untuk berdagang di SWK.
“Semangatnya Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu menggelorakan dan membangkitkan gairah UMKM. Saya berharap, petugas seperti di kelurahan dan kecamatan bisa mengimbangi semangat tersebut,” ujar Zuhrotul, Kamis (27/4/2023).
BACA JUGA:
DPRD Surabaya Tuntaskan Pembahasan LKPj Wali Kota Sebelum Idul Fitri
Politikus PAN Surabaya itu mendorong agar Dinas Koperasi dan Perdagangan (Dinkopdag) bisa membantu menyosialisasikan kepada kelurahan dan kecamatan kembali. “Lalu yang mungkin warga belum punya nomor induk berusaha dibantu difasilitasi agar bisa segera punya,” jelas Ketua Perempuan Amanat Surabaya itu.
Kemudian, lanjut Ketua Bappilu PAN Surabaya itu, apabila ada SWK yang perlu diperbaiki bisa segera dilakukan. Misal, fasilitas toilet dan mushola. Zuhro mengungkapkan, SWK Ketabang Kali toilet dan musholanya kurang terawat. Padahal, menurutnya, potensi SWK Ketabang Kali sangat besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa SWK yang banyak kosong itu antara lain SWK Pegirian; SWK Pondok Maritim; SWK Krembangan; hingga SWK Sukomanunggal. Jumlah stand yang dimiliki Pemkot Surabaya sebanyak 1.387 stand. Dari angka itu, hanya 1.140 stand yang terisi.[adv/kun]






