Malang (beritajatim.com) – Jajaran pimpinan Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan halal bihalal bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Sabtu malam (30/1/2023) di gedung pascasarjana lantai 7. Ketua Umum (ketum) PBNU, Dr (HC) KH Yahya Cholil Staquf bersama jajaran PBNU hadir langsung pada agenda tersebut.
Gus Yahya, sapaan ketum PBNU mengapresiasi akselerasi perkembangan Unisma. Menurutnya hal itu adalah hasil kerja berbagai pihak. Termasuk di dalamnya para pengampu Unisma.
“PBNU memberi apresiasi yang setinggi tingginya atas pengambu Unisma. Mari bersama sama lebih serius lagi, ngotot, dan disiplin untuk upaya mengembangkan Unisma sebagai investasi di masa depan,” kata ketum PBNU saat menyampaikan sambutan.
Ketum PBNU mengapresiasi prestasi yang dicapai Prof Maskuri. PBNU berkepentingan agar performance rate yang dicapai Prof Maskuri berjalan terus. Menurutnya, harus ada keberlanjutan yang terus dicapai oleh Unisma
“Jadi harus ada jaminan sustainability dari performance rate. Itu dilakukan dengan menata sistem. Kita semua berharap agar dikerjakan secara taat azas,” ujar Gus Yahya.
Gus Yahya mengajak forum untuk terus menerus membangun profesionalitas dengan wawasan pengembangan yang jauh ke depan sehingga semua masalah yang bisa diatasi bersama. Hal itu sebagai prestasi peradaban, bukan prestasi ekonomi.
“Bukan jadi keuntungan sepeser dua peser , tapi keuntungan investasi. Tentu membutuhkan cara kerja profesional yang rigid karena merupakan tantangan PBNU,” ajaknya.
Sementara itu dalam sambutannya Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran ketum dan jajaran pengurus PBNU menjadi semangat untuk Unisma agar terus berkembang. Unisma sudah membranding tagline dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia.
“Hal sudah sejak 2014 dan menjadi motivasi besar Kami. Saat itu mahasiswa Unisma hanya sekitar 6200an saja, tetapi hari ini mahasiswa Unisma sudah menjadi 16 ribu lebih dan mahasiswanya berasal dari 34 negara. Ini saya yakin menjadi sebuah keberkahan NU,” ujar Prof Maskuri.
Unisma berkomitmen menjadi perguruan tinggi unggul bertaraf internasional. Unisma dideklarasikan oleh Wakil Presiden RI sebagai kampus anti intoleran dan membukukan pemikiran besar juga membukukan tagline Unisma.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/feb-unisma-beri-wawasan-ekonomi-pada-pesantren-nikmatul-iman/
Unisma punya milestone strategis yaitu dimulai dengan Tahap Good University Governance (2011-2015), Tahap Teaching University (2015-2019), Tahap Entrepreneur University (2023-2027) dan Tahap World Class University (2027-2031).
“Pada penerapan berbagai aktivitas itu, saat ini Unisma akan masuk pada Entrepreneur University. Hal itu berdasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) unggul dan disiplin,” jelasnya.
Proses pembelajaran, pengembangan kurikulum sudah sejak lama dilakukan. Bahkan, sebelum adanya Covid-19, Unisma sudah memiliki 800 lebih mata kuliah yang terkoneksi dengan Spada Dikti.
“Dalam pengembangan SDM, kami banyak menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan. Unisma memanfaatkan program dari Kemdikbud Ristek. Sehingga, hal ini tentu menjadi sebuah potensi yang unggul dari Unisma,” jelas Prof Maskuri dalam sambutannya. (*/dan)






