Sidoarjo (beritajatim.com) – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan fondasi ekonomi Indonesia. Keberadaan UMKM juga harus serius mendapatkan perhatian agar eksistensi UMKM tetap berkelanjutan dan berkembang.
Banyak diketahui perhatian dan kepedulian terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Sidoarjo, ditunjukkan oleh anggota DPRD Kab. Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Pembina Akademi UMKM Indonesia di Sidoarjo itu juga terus memperkenalkan hasil produksi UMKM di Sidoarjo dalam kesempatan apapun.
Bahkan Mimik juga punya cara dengan terus mempromosikan produk-produk unggulan UMKM. Salah satunya dengan membeli rak untuk pajangan produk UMKM Sidoarjo, yang diletakkan di ruang tamu lobi gedung DPRD Sidoarjo.
Berbagai jenis produk UMKM makanan kering dan produk lain diletakkan di beberapa bagian rak tersebut. “Rak ini khusus untuk jualan produk UMKM Sidoarjo. Setiap ada tamu kunjungan dari luar kota, bisa tahu jenis-jenis produk UMKM Sidoarjo,” ucapnya Jumat (28/4/2023).

Anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra itu memaparkan, promosi produk UMKM harus dilakukan dengan masif. Karena hal demikian bisa membantu penjualan para pelaku usaha kecil yang membutuhkan pemasaran.
Sambung dia, mestinya tidak hanya di kantor DPRD saja tetapi di tempat-tempat lain juga harus ada rak-rak atau tempat penjualan produk UMKM secara khusus agar semakin banyak yang mengetahui soal hasil produksi UMKM dari Sidoarjo,” jelas anggota Komisi D itu.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/dprd-sidoarjo-sidak-jalan-cor-akses-proyek-pt-sipoa-group/
Mimik mencontohkan, tempat representatif untuk promosi produk UMKM misalnya di hotel, kantor OPD dan sejumlah perusahaan di Sidoarjo. Di tempat tersebut seharusnya dipajang produk UMKM yang bisa ditawarkan ke pengunjung. “Kita kenalkan produk berkualitas dari UMKM Sidoarjo,” usulnya.
Ada 168 pelaku UMKM yang masuk dalam binaannya. Tujuannya agar mereka bisa mandiri dan meningkat secara ekonomi.

“Karena itu, saya berharap pelaku UMKM terus memaksimalkan produk olahan mereka. Tidak hanya isinya tetapi juga branding untuk penjualannya,” jelasnya.
Masih menurut Mimik, dalan kepeduliannya terhadap pelaku UMKM, setiap ada kesempatan dirinya selalu bertanya soal perkembangan atau kendala yang dihadapi usahanya.
Ia bersyukur setiap berkesempatan bertemu dan berdialog dengan para UMKM binaannya, kebanyakan perkembangan usahanya bagus.
“Alhamdulillah yang selalu saya dengar dari pelaku UMKM, kebanyakan usahanya lancar. Meskipun ada yang mengaku menemui kendala, tapi solusi bisa didapatkan,” imbuhnya dengan bersyukur (isa/ted)






