Lumajang (beritajatim.com) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan rilis data jumlah korban terdampak erupsi Gunung Semeru.
Dari data tersebut, dilaporkan ada 62.084 warga yang terdampak di dua Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Sementara jumlah pengungsi sebanyak 902 jiwa, 98 jiwa mengalami luka bakar, 10 orang korban hilang, dan 2 orang dipastikan meninggal dunia.
Dikonfirmasi terkait data tersebut, salah satu relawan dari organisasi NU Kabupaten Lumajang Peduli, Imam Ghozali membenarkan. Sampai saat ini, ia bersama relawan lain, seperti organisasi KNPI, PMI, dan Banser NU terus berusaha mencari terduga warga yang hilang tersebut. “Sementara ini, ada 2 orang yang sudah ketemu tadi siang. Keduanya adalah warga Dusun Curahkoboan, Desa Supiturang,” ungkapnya, Minggu (5/12/2021).
Sementara untuk terduga warga hilang yang lain, pihaknya masih menunggu situasi benar-benar aman. Pasalnya, abu vulkanik yang menutupi wilayah tersebut masih cukup bahaya untuk diakses. “Abu vulkanik masih cukup panas, sehingga masih cukup sulit untuk diakses. Jadi kami saat ini masih stand by sampai situasi benar-benar aman,” tuturnya.
Sedangkan untuk korban luka bakar, masih kata Ghozali saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif. “Rumah sakit yang menjadi tempat perawatan para korban tersebut yakni RSUD dr. Haryoto dan RSUD Pasirian, Kabupaten Lumajang,” katanya.
Sementara itu, untuk kawasan Kecamatan Pronojiwo, relawan NU Peduli yang bertugas di sana, Muhammad Rifa’i mengatakan sejumlah alat berat sudah datang untuk mengevakuasi rumah-rumah warga yang tertimbun di sana. “Sampai saat ini sudah ada 10 alat berat yang disediakan oleh unsur TNI, Pemerintah, dan Swasta untuk dioperasikan mulai besok, Senin (6/12/2021) pagi.
“Kemungkinan evakuasi akan dipusatkan di rumah warga yang terdampak erupsi di wilayah Dusun Sumbersari dan Curahkoboan,” pungkasnya. (yog/kun)






