Blitar (beritajatim.com) – Aksi Bripka Yudha Darmawan, Anggota Satlantas Polres Blitar menegur pemudik yang tidak mengenakan helm viral di media sosial. Pasalnya pemudik yang ditegur merupakan tunawicara.
Sontak Bripka Yudha Darmawan pun terkejut dan harus menggunakan bahasa isyarat agar bisa memberikan pengertian kepada pemudik tunawicara tersebut. Padahal anggota Satlantas Polres Blitar itu tidak memiliki kemampuan untuk berbicara menggunakan bahasa Isyarat. Hal itu pun mengundang tawa para netizen.
Diketahui peristiwa itu terjadi di jalur alternatif Blitar-Malang, tepatnya pertigaan Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.
“Peristiwa itu di Pertigaan Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar saat itu petugas sedang mengatur lalulintas,” kata AKP Mursid Budi Hartanto, Kasatlantas Polres Blitar, Selasa (25/04/23).
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/video-mirip-anggota-dprd-bojonegoro-pangku-wanita-viral/
Peristiwa itu terjadi saat anggota Satlantas Polres Blitar melakukan pengaturan jalan Puncak balik mudik lebaran tahun 2023. Saat petugas melakukan pengaturan lalu lintas di pertigaan Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar tiba-tiba melintas pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.
Seketika anggota Satlantas Polres Blitar pun memberhentikan. Saat hendak diberikan teguran oleh petugas ternyata pengendara tersebut mengalami keterbatasan pendengaran dan berbicara.
Bripka Yudha Darmawan yang memberhentikan pengendara tersebut pun sontak harus menggunakan bahasa isyarat. Meski terlihat sedikit kaku namun anggota Satlantas Polres Blitar itu sanggup untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mengenakan helm saat berkendara di Jalan Raya terutama di saat balik mudik lebaran seperti ini.
“Jadi oleh anggota yang berjaga di sana diberikan pemahaman dengan bahasa isyarat karena memang pengendara tersebut memiliki keterbatasan bicara,” imbuhnya.
Diketahui pengendara tersebut hendak bersilaturahmi ke saudaranya di momen Lebaran ini. Namun kedua pengendara tersebut tidak mengenakan helm.
Setelah diberikan pemahaman oleh petugas dengan menggunakan bahasa isyarat, kedua pengendara tunawicara tersebut diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya.
“Setelah diberikan pemahaman tentang pentingnya berkendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, kedua pengendara itu diperbolehkan untuk kembali melanjutkan perjalanannya,” tegasnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/berkelahi-diduga-kades-dan-warga-kost-gedangan-sidoarjo-viral-di-tik-tok/
Selama mudik lebaran hingga arus balik ini Polres Blitar memang terus melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang menjadi lokasi rawan kemacetan. Satlantas Polres Blitar juga melakukan imbauan agar seluruh pengendara dan pemudik yang hendak balik ke perantauan untuk tertib mematuhi peraturan lalu lintas.
Hal itu berlaku bagi semua pengendara tidak terkecuali para penyandang disabilitas. Diharapkan dengan imbuhan tersebut angka kecelakaan pada momen balik mudik lebaran tahun ini bisa ditekan.
“Kami selalu rutin menghimbau kepada masyarakat untuk tertib menggunakan helm dan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada,” pungkasnya. [owi/but]






