Mojokerto (beritajatim.com) – Pemegang rekor dunia Guinness World Records menggebuk drum terlama, Kunto Hartono menggelar event kemanusiaan. Event kemanusiaan yang dikemas ngabuburit ini digelar bersama Budaya Kopi dan Komunitas UMKM Mojokerto Raya, Rabu (19/4/2023).
Event yang digelar di penghujung Ramadhan 1444 H ini disiarkan langsung secara Live Streaming di Youtube Chanel : @budayakopi7455. Drummer kelahiran Banyuwangi, 46 tahun lalu ini melakukan aksinya dengan menggebuk drum dengan mata ditutup, telinga disumpal dan mulut dilakban.
Kegiatan event kemanusiaan tersebut ada empat sesi, sesi I pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB diisi dengan Kunto Hartono menggebuk drum. Sesi II pukul 17.00 WIB – 17.30 WIB diisi tauziah dan qultum, sesi III pukul 17.00 WIB – 18.00 WIB, buka puasa bersama yatim piatu dan sesi IV 20.00 WIB – 22.00 WIB, Kunto Hartono kembali menggebuk drum.
Drummer Kunto Hartono mengatakan, jika event tersebut ide yang muncul spontan. “Empat hari lalu ketemu Dessy dan Rangga, Owner dari Budaya Kopi. Ini momentum yang bagus, Ramadhan. Orang yang ekonomi ke bawah, luar biasa paniknya, lebaran bingung. Belum lagi orang yang terdampak bencana alam,” ujarnya.
Dengan menggebuk drum dengan mata ditutup, telinga disumpal dan mulut dilakban merupakan bentuk pesan moral yang universal kepada pemerintah setempat. Baik tentang kemanusiaan, tentang keadaan yang saat ini dinilai Kunto Hartono, orang tidak mau mendengar dengan keadaan yang terjadi saat ini.
“Ini kritik sosial sebetulnya. Dengan mulut dilakban, telinga disumpal, mata ditutup ini adalah butanya apapun, orang tidak mendengar apapun, pemerintah harus punya peran aktif di sini. Terutama yang punya kebijakan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Tidak hanya sekedar seremonial, yang penting yang dirasakan masyarakat itu apa?,” tegasnya.
Tema tersebut dipilih sejak tiga tahun lalu dan setiap event yang digelar memiliki pesan kemanusiaan. Kunto Hartono mengaku prihatin dengan Mojokerto Raya. Menurutnya, kedepan Indonesia tidak akan baik-baik saja jika tidak dimulai dari Mojokerto karena Mojokerto adalah cikal bakal Indonesia.
“Spirit of Majapahit itu bulsit, itu hanya tulisan. Saya putra daerah (Mojokerto), saya mau bikin rekor dunia di sini tapi tidak ada respon. Saya tetap mengusung Wilwatikta meskipun daerah lain yang menerima saya. Event ini adalah simbol, ini adalah sebuah triger, sprint. Ayo tangi o rek, wong Mojokerto (ayo bangun orang Mojokerto),” urainya.
Kunto Hartono berharap, donasi dari event kemanusian yang digelar tersebut bisa bermanfaat. Event kemanusiaan tersebut sebagai Triger sebelum Kunto Hartono kembali memecahkan rekor dunia The Longest Drumming Marathon Lasted 154 Hours yang akan digelar selama tujuh hari berturut-turut.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/buru-pembunuh-perempuan-di-ponorogo-polisi-terjunkan-anjing-pelacak/
“Insya Allah akan digelar tanggal 30 Juni – 7 Juli 2023 nanti. Dengan mengusung #Drum4Humanity untuk misi kemanusiaan Nasional/Internasional serta untuk mengangkat pariwisata dan budaya Indonesia dengan mengambil tema Jagad Wilwatikta Menduniakan Indonesia,” tegasnya.
“Kami menggandeng Baznas Provinsi Jawa Timur sebagai Charity Partner dari kegiatan event kemanusiaan nasional/internasional ini. Selama Mas Kunto menggebuk drum disiarkan secara live streaming dan kami mengajak masyarakat Indonesia dan dunia bisa turut berdonasi,” ungkap Owner Budaya Kopi, Dessy Ningrum Eka Purnama Sari.
Donasi bisa disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 7001249694 a/n Baznas Provinsi Jawa Timur dengan kode unik 26. Misal donasi Rp1.000.026. Kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja ditambah bencana alam yang terjadi, lanjut Sari, menjadi ide awal digelarnya event kemanusiaan tersebut.
“Ada tiga poin dari event ini. Pertama, kami putra daerah yang punya potensi. Kedua, kami bersinergi dengan UMKM dan ketiga, terkait kemanusiaan. Persiapan event ini hanya empat hari setelah kami ngobrol, kami mencoba merangkul semuanya dengan menyuarakan itu tadi. Semoga kami bisa bermanfaat seterusnya,” katanya.
Diantara deretan prestasi Internasional dari Kunto Hartono antara lain :
- “The Longest Drumming Marathon Lasted 74 Hours” yang ditorehkannya tanggal 29 Desember 2003 – 1 Januari 2004 di Jakarta.
- “The Longest Drumming Marathon Lasted 135 Hours” meskipun Force Majure di jam ke-82 yang ditorehkannya tanggal 26 – 30 Juni 2010 di Surabaya.
- “The Longest Drumming Marathon Lasted 122 Hours 25 Minutes” yang ditorehkannya tanggal 27 Desember 2011 – 1 Januari 2012 di Kota Malang.
- “The Longest Drumming Marathon Lasted 145 Hours” yang ditorehkannya tanggal 30 Desember 2016 – 6 Januari 2017 di Palembang.
- “The Longest Drumming Marathon Lasted 100 Hours By A Team” bersama 5 Drummer dari 5 Negara (Indonesia, Canada, Portugal, USA, UK) dengan tema #Drum4Syria untuk membantu anak anak korban perang di Syria yang ditorehkannya tanggal 20 – 24 September 2017 di Castelo Branco, Portugal.
Tahun 2018 lalu, Kunto Hartono tampil di ‘Final FIFA World Cup 2018 Russia’ dengan menggebuk Drum selama 4 jam 30 menit dengan Mata Ditutup yang dilakukannya tanggal 15 Juli 2018 di Arena FIFA Fun Fest Moscow. [tin/kun]
![Drummer Kunto Hartono Ngabuburit Bersama Komunitas UMKM di Mojokerto Aksi Kunto Hartono di Budaya Kopi Kota Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-19-at-22.17.56-1024x576.jpeg)





