Jember (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta kepada pemerintah daerah agar melakukan kajian panjang dan mendalam, jika ingin menggratiskan tiket masuk obyek wisata Watu Ulo dan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) pada saat libur lebaran.
“Kajiannya tentu melibatkan pihak-pihak yang berkompeten membidangi itu, sehingga ketika mau digratiskan kembali, sudah ada dasar misalkan: untuk pengalihan pendapatan dari tiket itu dari mana,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Jember David Handoko Seto, Jumat (14/4/2023).
Penggratisan tiket masyk tahun lalu, menurut David, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima di Watu Ulo dan Papuma. “Memang perputaran uang tinggi, tapi tidak untuk UMKM dan PKL,” katanya.
“Ini karena banyak orang-orang yang datang berombongan, tidak beli makanan, tapi membontot dari rumah, dan meninggalkan sampah begitu saja. Jadi peningkatannya tidak berbanding lurus dengan banyaknya pengunjung. Penghasilannya tidak terlalu signifikan,” kata David.
Infrastruktur seperti toilet umum di Watu Ulo dan Papuma juga terlalu minim jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung. “Yang ada toilet umum pasti kotor dan susah dibersihkan,” kata David.
David menyarankan bupati untuk mengalokasikan anggaran yang memadai, jika memang sektor pariwisata menjadi satu dari sekian program prioritas pembangunan. “Semua leading sector dan stakeholder dikumpulkan dan diajak ngopi dari awal, dan kita akan datang ke Kementerian BUMN untuk duduk bersama. Kami akan minta agar bagaimana caranya Papuma dan Watu Ulo tak mahal,” katanya.
Saat ini, Papuma dan Watu Ulo sama-sama mematok tiket untuk pengunjung. “Kami ingin agar dijadikan satu tiket, sehingga orang mau ke Watu Ulo dan Papuma satu pintu dan sekali bayar tiket. Kita akan meningkatkan fasilitas, baik itu fasilitas umum dengan sarana lain sehingga orang datang ke sana tak hanya melihat laut, tapi ada hal lain yang bisa dinikmati,” kata David. [wir]






