Ponorogo (beritajatim.com) – Anies Rasyid Baswedan atau akrab disapa Anies Baswedan berkunjung ke Kabupaten Ponorogo. Di Bumi Reog, Anies berkunjung ke sebuah rumah yang baru saja selesai direnovasi di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis.
Dia mengaku, kunjungannya ke Desa Tegalsari ini, juga menandai berakhirnya perjalanan tirakatnya selama awal bulan Ramadhan hingga kini. “Selama awal Ramadhan hingga saat ini, saya menjalani tirakat yang kini berujung di Tegalsari,” ungkap Anies Baswedan dihadapan awak media, Kamis (13/04/2023).
Sejak awal Ramadhan, Ia berkeliling setidaknya ada 25 kota atau kabupaten untuk menjalani tirakat. Tirakat yang dilakukan Anies ini, yakni dengan hanya mendengar, meresapi dan berinteraksi dengan masyarakat.
Hal itu dilakukan juga tidak ada publikasi. Dirinya praktis hanya mendengar dan menyerap, apa yang diobrolkan oleh lawan bicara yang ditemuinya. “Dalam tirakat ini, bukan bagian saya yang berbicara, tetapi menyerap apa yang diutarakan oleh warga yang saya temui,” katanya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/sahat-simanjuntak-dipindahkan-ke-rutan-kejati-jatim/
Praktis selama bulan Ramadhan ini, Ia serasa tidak hadir di depan publik. Jika ada pemberitaan tentang dirinya selama Ramadhan ini, dimungkinkan sumbernya dari lawan yang Ia ajak bicara. Rencananya, hasil dari tirakatan yang Ia lakukan selama bulan Ramadhan ini, nanti akan Ia ceritakan waktu dirinya pulang ke Jogjakarta. “Besok kalau sudah sampai di Jogja, akan saya ceritakan hasil dari tirakatan yang saya lakukan selama bulan Ramadhan ini,” katanya.
Menurut informasi yang dihimpun wartawan beritajatim.com, kedatangan mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) itu, untuk melakukan syukuran dengan warga Tegalsari, terkait dengan selesainya renovasi rumah yang Ia lakukan. Rumah yang direnovasi oleh Anies Baswedan itu, merupakan rumah yang kaya akan nilai sejarah. Rumah yang dulunya milik keturunan atau guru-guru yang ada di Pesantren Tegalsari.
Nah, dirinya tergerak hatinya untuk merenovasi, dikarenakan rumah yang bernilai history sejarah yang tinggi itu, bakal akan dibelah menjadi bagian. Padahal bangunan itu, selama ini menjadi saksi bisu pengabdian dari keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari.
“Ini sebuah tempat yang penuh dengan sejarah. Saya nyambung dengan Tegalsari ini, karena keamanahan rumah Joglo yang saat ini ada di Jakarta. Rumah Joglo itu ternyata dari Tegalsari,” pungkasnya. (end/kun)






