Surabaya (beritajatim.com) – Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah menekankan pentingnya menebar kebaikan kepada sesama. Salah satu caranya yakni lewat media sosial. Dalam istilah lain, bisa disebut dengan ‘Dakwah bil Medsos’.
Gus Miftah menyebut, para mahasiswa dan warga kampus harus bisa memanfaatkan medsos sebagai wasilah memperbanyak amal saleh. Hal itu disampaikan saat peringatan Nuzulul Quran di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (12/4/2023) malam.
“Dalam berdakwah kita memang harus menggunakan instrumen yang ada sesuai zamannya. Walisongo dulu dakwahnya pelan-pelan lewat budaya dan dengan cara-cara yang santun, sehingga Islam diterima dengan baik di nusantara,” ujarnya.
BACA JUGA:
Unesa Kukuhkan Putri Wapres RI Maruf Amin Sebagai Guru Besar Ilmu Hukum dan Bisnis Halal
Gus Miftah pun memotivasi jemaahnya untuk terus mengunggah hal-hal baik. Kata dia, satu postingan bisa menembak jutaan kepala, sementara satu tembakan peluru hanya bisa mengenai satu kepala. Dakwah tidak harus menjadi dai, ustaz atau kiai, tetapi cukup menjadi orang yang mengamplifikasi kebaikan.
Menurutnya, dakwah itu sederhana yaitu dengan memberikan kabar senang bukan kabar yang menakutkan, dan buatlah mudah jangan dibuat susah. Sebab, agama hadir sebagai solusi atas permasalahan manusia dan menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat.
“Jadikan medsos sebagai wasilah untuk mendapatkan rida Tuhanmu, jangan jadikan medsos sebagai wasilah untuk mendapatkan murka dari Tuhanmu,” pesannya.
BACA JUGA:
Unesa Kukuhkan 1.618 Wisudawan
Ia juga mengajak para mahasiswa menjadi garda depan menebarkan konten-konten yang membangkitkan semangat orang lain dalam melakukan kebaikan, memotivasi orang dalam meraih cita-cita kebaikannya dan menggerakkan hati orang lain untuk melakukan kebajikan.
“Buat mahasiswa nih sekarang, jangan dikit-dikit mau viral dan populer. Viral itu tidak bisa didesain, tetapi given dari Allah SWT. Virallah dengan prestasi bukan dengan sensasi. Insya Allah diridai,” tandasnya. [ipl/suf]






