Surabaya (beritajatim.com) – Unesa mengukuhkan putri Wapres RI, Maruf Amin yakni Prof Siti Nur Azizah sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum dan Bisnis Halal Unesa di Graha Unesa Surabaya, Kamis (16/3/2023).
Dalam kesempatan itu, Nur Azizah memaparkan pidatonya berjudul ‘Jaminan Produk Halal melalui Audit Mutu Hukum Menuju Era Industri Halal’.
Di situ, ia mengatakan bahwa kebutuhan barang halal merupakan hal yang mutlak bagi seorang muslim. Di sisi lain, barang halal juga menjadi hak asasi manusia (HAM) yang harus dijamin dan dilindungi.
Menurutnya, pembangunan industri halal juga memerlukan adanya jaminan produk halal. Kata dia, jaminan produk halal adalah kepastian hukum terhadap kehalalan suatu produk yang dibuktikan dengan sertifikat halal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unesa“]
Ia melanjutkan, faktor harmonisasi dan sinkronisasi seluruh regulasi yang mengatur jaminan produk halal dalam sistem hukum bisnis Indonesia juga perlu segera dilakukan. Hal itu sebagai upaya mewujudkan kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan dari industri halal Indonesia.
Nah, sebagai cara melindungi konsumen muslim dibentuklah industri halal yang ternyata konsepnya sangat terkait dengan prinsip HAM. Sehingga, industri halal bersifat lintas agama, bangsa maupun etnis. Konsep halal telah menjadi milik semua umat di dunia.
“Industri halal bukan hanya mencakup pada makanan dan minuman, tetapi merambah hingga gaya hidup seperti sektor pariwisata, kosmetik, pendidikan, mode busana, media rekreasi, serta seni dan kebudayaan,” paparnya.
Sementara Rektor Unesa, Prof Nurhasan mengungkapkan bahwa di awal tahun 2023 ini pihaknya telah mengukuhkan 5 profesor di berbagai bidang keilmuan. Sehingga, total jumlah profesor di Unesa kini mencapai 88 orang.
“Kita ada program percepatan guru besar sejak beberapa tahun terakhir, dan targetnya tahun ini bisa mengukuhkan sekitar belasan guru besar lagi,” ungkapnya.
Ia pun berharap, dengan semakin banyaknya profesor tersebut maka bisa menjadi penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unesa. Terlebih, setelah Unesa menjadi PTN BH, tuntutan transformasi mutlak diperlukan.
“Target kita sekarang menuju world class university dan setidaknya ke depan Unesa bisa masuk daftar 500 kampus top dunia. Harapannya, guru besar kita ini memberikan suntikan inovasi serta riset dan publikasi bereputasi internasional,” tandasnya. [ipl/kun]






