Tuban (beritajatim.com) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban buka pelatihan berbasis kompetensi, di aula BLK setempat.
Dalam pelatihan tersebut dibagi menjadi 9 paket program pelatihan yakni pengoperasian mesin CNC 260 jam, instalasi listrik 260 jam, desain grafis 260 jam, pembuatan roti dan kue 140 jam, menjahit pakaian dasar 260 jam, las listrik SMAW 3G 240 jam, otomotif roda dua 240, practical office advance 240, dan teknik pendingin 240.
Kepala BLK Tuban, Takhiyat mengungkapkan, hari ini telah dibuka pelatihan berbasis kompetensi yang diikuti oleh 144 peserta terbagi dalam 9 paket program pelatihan.
“Kegiatan dimulai pada tanggal 11 April hingga 12 Mei terhitung 140 jam, 31 Mei 240 jam dan 7 Juni 2023 260 jam, tergantung jam pelajaran tersebut,” ucap Takhiyat, Senin (10/04/2023).
Takhiyat menambahkan, jenis materi yang disampaikan oleh instruktur terdiri dari 20 persen teori dan 80 persen praktik, serta tingkat kehadiran minimal 80 persen.
“Sehingga kami berharap, peserta harus mengikuti dengan serius hingga usai, karena nantinya juga akan diikutsertakan dalam uji kompetensi kerja dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BNSP,” terang Takhiyat.
“Sehingga, nantinya para peserta sudah siap untuk memasuki dunia industri atau bekerja usai mengikuti pelatihan ini,” tambahnya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/pemkab-tuban-minta-perusahaan-berikan-thr-h-7-lebaran/
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Sugeng Pornomo menyampaikan, program pelatihan yang digelar oleh BLK Tuban ini sudah dilakukan secara rutin.
“Tampaknya tahun ini semakin banyak program pelatihan, termasuk dari Disnakerin dan Pemda yang memperluas kerjasama,” ujar Sugeng Purnomo.
Sugeng sapaannya juga menambahkan, kedepan Kabupaten Tuban sudah masuk kategori Kota atau Kabupaten industri, sehingga apa yang perlu dipersiapkan, tentunya lapangan kerja bagi pencari kerja atau angkatan kerja.
“Yang perlu saya sampaikan kepada masyarakat Tuban, bahwa Tuban nanti banyak industri dan lapangan kerja terbuka lebar kisaran 35 hingga 40 ribu tenaga kerja,” tutur Sugeng.
Ia menjelaskan bahwa lapangan kerja industri di Tuban tidak mutlak untuk masyarakat Tuban saja, termasuk di desa Ring 1, ini yang harus dipahami oleh semua masyarakat.
“Makanya, pelatihan ini salah satu upaya mempersiapkan hal itu,” tukasnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/satlantas-polres-tuban-ungkap-kasus-tabrak-lari/
Menurut Sugeng, semua masyarakat memiliki peluang yang sama, untuk itu dipersiapkan sesuai minat dan bakat peserta.
“Karena dengan pilihannya sendiri akan lebih ditekuni, lebih semangat, karena sesuai harapan. Dengan begitu motivasi akan lebih besar untuk meraih kesuksesan,” pungkasnya. [ayu/ted]







