Gresik (beritajatim.com) – Masyarakat Gresik patut berbangga. Pelayanan kesehatan atau lebih dikenal dengan nama Universal Health Coverage (UHC) menyalip dua kota sekaligus, yakni Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta instansi lainnya.
Sejak diluncurkan Oktober 2022, UHC baru mengcoverage 78 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang mencapai 1,3 juta jiwa. Kemudian secara bertahap masyarakat yang tercover layanan itu sudah mencapai 99,96 persen. Artinya 1,2 juta warga Gresik telah terlayani UHC.
“Meski APBD kita cuma Rp 3,1 triliun namun mampu menjalip Surabaya dan Sidoarjo terkait pelayanan UHC,” ujar Gus Yani, Senin (10/04/2023).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menuturkan, dari capaian UHC itu, daerahnya mendapat penghargaan dari Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin di Bulan Maret 2023. Atas capaian ini dirinya bersyukur dalam waktu kurang dari satu tahun mampu memberi pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
“Kami mendorong UHC karena sejalan dengan Inpres nomor 1 tahun 2022 yang mengintruksikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota dalam mendorong Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024. Dari inpres itu salah satu targetnya adalah 98 persen penduduk Indonesia dapat terlindungi dalam hal kesehatan melalui program JKN-KIS pada tahun 2024,” tuturnya.
Ia menambahkan, adanya UHC ini sebagai wujud konkret pemerintah daerah. Bahwa pemerintah hadir memberi jaminan serta perlindungan kesehatan secara gratis.
“Kesuksesan UHC tersebut juga berkat konsistensi masyarakat Gresik yang telah dengan tertib membayar BPJS secara mandiri,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/cakupan-jkn-9963-pemkot-batu-raih-penghargaan-uhc-award-2023/
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr Muakibatul Khusnah menyatakan saat ini masyarakat yang telah tercover UHC 99,96 persen. Masih ada 4 persen yang harus segera dituntaskan secara bertahap.
“Kalau dikalkulasi yang belum tercover tinggal 400 warga. Itupun ada yang sudah meninggal tapi datanya masih masuk. Untuk itu, kami terus berkordinasi dengan BPJS,” ungkapnya.
Ia menjelaskan terkait dengan itu Dinkes Gresik terus menyusun data UHC yang ter-update. Langkah ini diambil agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
“Yang penting masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan langsung ditangani tanpa biaya,” paparnya. [dny/but]






