Blitar (beritajatim.com) – Lapak los di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar hingga kini masih sepi pedagang. Para pedagang seperti ogah atau tak mau menempati lapak-lapak tersebut lantaran dianggap tak strategis.
Sebenarnya para pedagang sudah menempati sejumlah lapak dagangan di lantai dua Pasar Legi usai diresmikan pada April 2022 lalu oleh Pemkot Blitar. Namun setelah berjualan beberapa bulan, kondisi lapak pedagang tetap sepi, jarang ada pembeli yang mampir.
Kondisi itu membuat para pedagang memilih untuk menutup lapaknya. Langkah ini dilakukan demi menghindari kerugian yang lebih besar.
“Lapak-lapak ini sebetulnya sudah ada yang menempati dulu, awal-awal setelah diresmikan, tapi terus sepi-sepi gitu akhirnya ya memilih tutup. Sekarang ya banyak yang kosong seperti ini,” kata pedagang baju Pasar Legi Kota Blitar, Cak Pe, Sabtu (8/4/2023).
Menurut para pedagang, sepinya lantai 2 Pasar Legi akibat kurang strategisnya desain bangunan yang baru. Pasar Legi sendiri merupakan bangunan baru yang dibangun oleh Pemkot Blitar setelah terjadinya kebakaran hebat pada 2016 lalu.
Para pedagang berpendapat, desain yang baru ini membuat pembeli enggan mampir ke dalam pasar. Desain pasar yang baru ini membuat lapak pedagang yang berada di lantai 2 tidak terlihat dari bawah karena adanya tembok pembatas. Sehingga masyarakat tidak mengetahui jika di lantai dua ada banyak lapak dagangan.
Baca Juga:
Kabupaten Blitar Buka Pemilihan Gus Jeng, Ini Syaratnya
“Ya itu loh, karena ada bangunan yang tepat di depan pintu masuk itu kan jadi pembatas tuh, orang jadi tidak bisa lihat di atas itu ada apa dagangan atau tidak jadi enggan masyarakat untuk naik ke atas,” imbuhnya.
Sepinya kondisi pasar Legi Kota Blitar ini juga disebabkan oleh lambannya proses pembangunan pasar pasca terjadi kebakaran. Menurut para pedagang, proses pembangunan pasar paska-kebakaran yang memakan waktu hingga 5 tahun, membuat para pelanggan Pasar Legi beralih ke tempat lain.
“Selain itu ya karena lamanya proses pembangunan itu mas yang makan waktu hampir 5 tahun jadi para pelanggan udah terlanjur pergi dulu jadi ketika kita jualan lagi udah sepi kondisinya,” tegasnya.
Kini pedagang yang tetap berjualan di lantai 2 pasar Legi Kota Blitar hanya hitungan jari saja. Salah satunya yang tetap bertahan dan berjualan di lantai 2 pasar Legi Kota Blitar adalah toko pakaian Arjuno.
Sang pekerja mengungkapkan bahwa penjualan pakaian di toko Arjuno lantai 2 pasar Legi Kota Blitar ini kondisinya sepi. Dalam satu hari rata-rata hanya ada satu hingga dua baju saja yang terjual.
Para pedagang pun mengaku rugi dengan kondisi itu. Mereka yang bertahan mengaku hanya ingin menghabiskan stok dagangan dan berencana akan menutup lapak dagangannya setelah barang jualannya habis.
Baca Juga:
Digelontor Dana Miliaran, Pemekaran Blitar Selatan Lanjut
“Aduh kalau penjualan hanya laku 12 gitu setiap hari ini kan bertahan karena menghabiskan stok saja, sudah nggak berani untuk kulakan lagi dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya.
Para pedagang pun meminta pemerintah kota Blitar untuk bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Para pedagang meminta pihak terkait untuk melakukan inovasi agar kondisi pasar Legi terutama lapak pedagang yang berada di lantai 2 agar bisa kembali ramai.
Menanggapi hal tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar menyatakan akan mengadakan kegiatan untuk mengundang pembeli. Salah satunya yang sudah direncanakan adalah akan mengadakan cuci gudang pada tanggal 10 April mendatang.
Diharapkan dengan adanya kegiatan itu masyarakat kembali berbelanja di pasar Legi Kota Blitar. Sehingga omset para pedagang kembali meningkat seperti sebelum terjadinya kebakaran.
Baca Juga:
Pemilu 2024, Jumlah DPS Kota Blitar 119.764 Jiwa
“Ya memang kondisinya seperti itu tapi kita sudah mulai bahas dan melakukan rencananya tanggal 10 besok kami akan menggelar kegiatan cuci gudang mumpung ini kan Ramadan dan momen Idul Fitri jadi semoga bisa membantu kondisi di lapangan,” kata Hakim Sisworo Kepala Disperindag Kota Blitar.
Disperindag Kota Blitar pun meminta para pedagang untuk kembali ke lapak dagangannya yang telah ditentukan. Sehingga ketika kegiatan cuci gudang diadakan masyarakat dapat mengetahui bahwa di lantai 2 pasar Legi Kota Blitar banyak pedagang.
Pemkot Blitar pun juga akan membahas terkait lapak pedagang yang dikosongkan. Jika tidak ditempati nantinya lapak pedagang yang kosong tersebut akan dilelang.
“Ini masih kami bahas, kalau yang kosong itu akan kami lelang ke swasta jika tidak ditempati,” pungkasnya. [owi/beq]






