Gresik (beritajatim.com) – Pengamanan mudik Lebaran telah disiapkan oleh jajaran Satlantas Polres Gresik melalui Operasi Ketupat Semeru 2023. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian serius. Antara lain pola pengamanan lalu lintas, titik pos-pos pengamanan, serta puncak arus mudik dan arus balik lebaran.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Agung Fitriansyah menuturkan, dari hasil analisa serta evaluasi tahun-tahun sebelumnya gelombang arus mudik terjadi pada H-7 Lebaran.
“Untuk mengamankan arus mudik nantinya ada pos pantau di beberapa titik. Baik wilayah jalur nasional maupun pintu tol yang ada di Kota Gresik. Apabila nanti ada lonjakan kendaraan akan dilakukan rekayasa lalu lintas,” tuturnya, Jumat (7/04/2023).
Perwira pertama Polri itu menambahkan, guna mengantisipasi kemacetan, pihaknya juga menyiapkan berbagai jalur alternatif di daerah rawan kemacetan. Yaitu di wilayah Manyar, Legundi, Duduksampeyan, dan Kebomas.
“Ada pembatasan kendaraan angkutan barang, nantin akan dilakukan sosialisasi kepada pihak-pihak perusahaan,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/ada-1-368-daya-tarik-wisata-pemprov-liburan-lebaran-di-jatim-saja/
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Gresik Iptu Ali Fauzi mengatakan, upaya deteksi dini akan terus dilakukan. Salah satunya dengan mendirikan tujuh posko yang tersebar di beberapa titik.
“Adanya posko itu untuk memonitor lonjakan arus kendaraan dan penumpang mendekati lebaran,” katanya.
Selain itu lanjut dia, sejumlah personil juga disiagakan di kawasan objek vital. Termasuk menggelar operasi dan razia di wilayah yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Semua yang kami lakukan itu untuk mencegah tindakan-tindakan yang tidak diinginkan baik saat mudik lebaran maupun arus balik,” tandasnya. [dny/but]






