Jember (beritajatim.com) – Pemerintah menggelontorkan bantuan beras sebanyak kurang lebih 2,17 juta kilogram untuk 217.060 keluarga di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setiap keluarga menerima bantuan 10 kilogram beras.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, beras tersebut merupakan cadangan pangan pemerintah. “Dinas Sosial mendampingi untuk percepatan, karena jumlahnya (jumlah penerima bantuan, red) terlalu besar, sehingga kami harus mendampingi,” katanya, di sela-sela pembagian di Kelurahan Antirogo, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari; dan Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jumat (7/4/2023).
Pembagian akan dilakukan hingga akhir Mei 2023. “Tidak mungkin selesai (dibagikan pada saat Ramadan). Waktunya kurang dua minggu. Kalau dibatasi sampai Idulfitri, berat,” kata Hendy. Pembagian dilakukan secara bertahap dan dikolaborasikan dengan program J-Berbagi atau Jember Berbagi.
Bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam program J-Berbagi dipercaya Hendy akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi. “Ini sangat luar biasa. Saya akan berusaha melakukan percepatan agar pertumbuhan ekonomi lebih bagus lagi,” katanya.
Dalam kesempatan yang lain, Hendy memuji peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menekan inflasi di Jember. “Bulog telah membuktikan kinerjanya luar biasa. Pertumbuhan ekonomi kita tahun ini juga ada kontribusi dari Bulog yang menjaga inflasi dan melakukan penetrasi pasar dengan mendukung kebutuhan barang pokok penting bersama teman-teman PT Rajawali Nusindo,” katanya. [wir]






