Mojokerto (beritajatim.com) – Jenis durian di Kampung Durian Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto adalah Durian Mrico. Masyarakat setempat saat ini mengembangkan durian lokal jenis durian, namun sekarang sudah berkembang menjadi beberapa varietas di antaranya Durian Musang King.
Kepala Desa (Kades) Duyung, Juniarto Bambang S mengatakan, Desa Duyung penghasil duren lokal. “Luas lahan tanaman durian di Desa Duyung, 97 hektar lahan milik masyarakat dan 215 hektare milik Perhutani yang dikelola oleh masyarakat. Jumlahnya sekitar 300 hektare. Durian di Duyung dipertahankan duren lokal bukan durian varietas,” ungkapnya, Jumat (7/4/2023)
Karena, lanjut Kades, selama ini mulai kakek-nenek masyarakat Desa Duyung bahwa Duyung dikenal sebagao penghasil durian lokal. Yakni Durian Mrico. Namun hingga saat ini, tegas Kades, jika dihitung jenis durian di Desa Duyung ada antara 30-40 jenis. Durian lokal Duyung dikenal memiliki rasa yang berbeda.
“Durian lokal Duyung, rasanya manis, pahit dan bentuknya kecil. Jika orang makan durian di Duyung habis lima buah, tidak mungkin. Durian di Duyung masak pohon, jadi masyarakat atau petani durian di Duyung memberikan tali pada pangkal buah, jika masak maka akan jatuh sendiri tapi tidak jatuh ke bawah karena ada talinya,” katanya.
Pohon durian lokal jenis Mrica banyak tumbuh di Dusun Bantal adalah peninggalan nenek moyang. Sehingga pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Duyung berharap durian lokal ini hanya ada di Duyung sehingga menjadi alasan pengunjung datang ke Duyung dan menjadi destinasi wisata kuliner di Kabupaten Mojokerto.
“Kita tetap utamanya mengembangkan durian lokal kalau varietas lain hanya sekitar lima persen. Musim durian lokal di Duyung cukup lama sampai lima bulan, mulai akhir bulan Desember sampai Mei. Meski begitu, durian lokal Duyung tidak bisa memenuhi permintaan sehingga mendatangkan dari luar,’ urainya.
https://beritajatim.com/ekbis/perputaran-ekomoni-di-kampung-durian-mojokerto-tembus-rp1-miliar/
Karena permintaan durian di Duyung cukup tinggi, apalagi Sabtu-Minggu bisa sampai 3.000 buah. Meski diakui, bulan Ramadhan pengunjung mengalami penurunan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dapat mendukung penuh perkembangan Kampung Durian Desa Duyung.
“Kalau Ramadan ya berkurang pengunjungnya tapi warga menyiasati dengan pesan antar durian sehingga nanti diantar ke pembeli. Harapannya kalau bisa durian lokal ini pemasarannya disini saja, jangan sampai dibawa pedagang lalu dipasarkan ke luar kota sehingga desa kami tetap ramai banyak pengunjung dan berkah dari buah durian,” tegasnya. [tin/but]
![Durian Mrico Khas Mojokerto, Rasanya Manis dan Pahit Durian lokal Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Durian Mrico. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230404-WA0054-1024x768.jpg)





