Kediri (beritajatim.com) – Lima kelurahan di wilayah Puskesmas Mrican, Kota Kediri memiliki penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbesar, mencapai sebanyak 30 orang.
Ironisnya, rata – rata penyandang ODGJ tersebut masih berusia produktif, sehingga seharusnya mereka mampu untuk bekerja dan juga menghidupi keluarganya.
Tetapi kenyataannya, justru sebaliknya. Para ODGJ di wilayah Puskesmas Mrican tersebut tidak lagi produktif dan menjadi beban keluarga.
BACA JUGA : Pemkot Kediri Ciptakan Kesadaran Bela Negara Masyarakat Pada Pemilu 2024
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Ngampel Heri Nurdianto tidak hanya berpangku tangan.
Diawali dengan bekerja sama para relawan Peduli ODGJ, Mas Heri panggilan akrabnya menggagas layanan Posyandu Jiwa di kelurahan Ngampel dan melayani warga ODGJ di kelurahan wilayah Puskesmas Mrican.
“Kegiatan Posyandu Jiwa ini sudah berjalan 4 tahunan dan diselenggarakan setiap dua bulan sekali,” ujar Heri disela sela pelaksanan Posyandu Jiwa.
BACA JUGA : Bantu Penjual Rujak Cingur, LSM Saroja Demo Pengadilan Kediri
Pada Posyandu Jiwa di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini, perkembangan klien yang mengakses layanan kesehatan jiwa cukup baik.
Dari awal berdiri hanya 10 orang yang datang, kini bertambah tiga kali lipat. Pasca pandemi, tercatat mencapai 30-an ODGJ yang datang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Mrican yang telah secara rutin dua bulan sekali memberikan layanan posyandu jiwa di Kelurahan Ngampel,” tutupnya. [nm/ted].






