Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Lebaran 2023, pemilik UMKM kue kering di Ketandan, Surabaya, Diah Arfianti mengaku mulai kebanjiran pesanan. Konsumen kini mulai melirik hampers produksi Diah Cookis.
Menurut Diah penjualan memang berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana rata-rata para pembeli dan pemesan ini dari corporate dengan jumlah yang cukup besar.
Untuk tahun ini lebih banyak komsumen perorangan yang datang ke toko kue keringnya untuk membeli secara ecer. Namun, jumlah pengunjung fluktuatif setiap harinya karena datang silih berganti.
“Kalau untuk 2023, Alhamdulillah mendapat customer baru perorangan karena mereka penasaran dengan Diah Cookis dari sosial media dan mereka datang silih berganti. Dengan pelanggan baru ini saya ingin mereka kembali lagi dan cocok dengan rasa kue yang kita jual,” ungkap Diah, Rabu (5/4/2023).
Lebih lanjut dikatakan Diah, jelang dua minggu sebelum lebaran ini ia mengaku masih belum terlihat seberapa besar kenaikan omset pemesanan dan penjualan, hanya saja dibandingkan dengan penjualan harian penjualan kue kering meningkat dua kali lipat.
Baca Juga:
Es Campur Legenda dari Kota Pasuruan yang Dibalut Dark Coklat
“Kalau dibanding hari biasa jelas naik, 3 bulan sebelum lebaran masa penjualan kue kering mengalami peningkatan dibanding hari biasa naik dua kali lipat. Kalau dibanding tahun lalu kenaikan belum terlihat secara signifikan,”ungkapnya.
Yang berbeda menurut Diah, kini ia lebih mengikuti harga pasar bukan lagi mematok harga seperti dulu. Saat ini tim Diah Cookis lebih memilih menggunakan sistem jemput bola untuk pemesanan hampers yang sesuai dengan budget yang dimiliki oleh pelanggan..
Harganya pun kini juga tak lagi mahal, para pelanggan bisa memesan hampers lebaran mulai dari harga Rp 150 ribu hingga jutaan rupiah sesuai dengan keinginan dan budget.
Baca Juga:
Sate Tempe, Menu Berbuka Puasa Warga Winongan Pasuruan
“Harga parsel kita lebih fleksibel karena kadang customer memiliki budget sekian dibikinkan pesenan sekian karena sayang kalau ditolak dengan model menyesuaikan budget ini kita lebih bisa menarik minat pelanggan maunya apa kita sediakan,” imbuhnya.
Jenis kue kering nastar, red velvet, cokelat dan castengel masih menjadi best seller. Bahkan yang menarik Diah Cookis kini membuat satu menu baru yakni castengel kentang yang mulai laris di pasaran selain lebih murah, castengel kentang dipercaya rendah kalori cocok untuk yang tengah diet.
“Ya kita ada castengel kentang yang beda kita pakai tepung kentang dan susu kalau original kan pakai terigu tidak pakai susu dan harganya lebih murah kalau yang castengel kentang Rp100 ribu kalau yang biasa Rp110 ribu,” tutupnya. [way/beq]






