Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mempersoalkan penggunaan alun-alun untuk bazaar usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan wahana permainan.
“Kami mengapresiasi langkah pemberdayaan UMKM oleh bupati yang terus terlihat komitmennya. Namun kami meminta penjelasan bupati terkait pendirian tenda UMKM dan wahana di alun-alun dari tahun lalu hingga bazaar Ramadhan hari ini,” kata Feni Purwaningsih, juru bicara Fraksi PKS, ditulis Selasa (4/4/2023).
PKS mempertanyakan skema retribusi dan uang sewa dari vendor dan wahana yang mendirikan bisnis di alun-alun itu. “Kami memohon Pemkab Jember agar memulihkan fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka hijau untuk publik,” kata Feni.
Fraksi PKS meminta Bupati Hendy Siswanto lebih fokus dalam hal-hal yang strategis. “Masyarakat jember butuh hiburan. Maka alangkah eloknya jika bisa mendatangakan investasi besar untuk membangun wahana wisata alami maupun buatan. Ini lebih konkret dan strategis daripada membuat bisnis tematik berdasar even seasonal di alun-alun,” kata Feni.
PKS juga mengingatkan, bahwa Pemkab Jember memiliki Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 yang mengatur pedagang kaki lima.”Dalam pasal 2 terdapat ketentuan lokasi usaha PKL ditentukan bupati. Kami meminta bupati agar segera menyusun Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah agar penataan pembangunan termasuk UMKM dan PKL di Jember dapat lebih tertata, sehingga Jember dapat tumbuh lebih keren lagi,” kata Feni.
Pemkab Jember menggelar Pasar Murah Ramadhan di Alun-alun selama sebulan penuh. Pasar Murah Ramadhan ini juga melibatkan para pegiat UMKM Jember yang jumlahnya mencapai ratusan.
“Rencananya pasar murah ini digelar sebulan penuh dan diikuti 240-an UMKM. Yang mendasari adanya pasar murah ini adalah untuk membangkitkan UMKM, karena bagaimana pun UMKM adalah entry point pertumbuhan ekonomi di tingkat terbawah,” kata Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diberitakan Senin (27/3/2023).
Dengan adanya pasar murah yang melibatkan banyak UMKM, Firjaun berharap perekonomian Jember bisa meningkat. “Kedua, jadi harapan kami untuk pengendalian inflasi. Begitu pendapatan masyarakat meningkat, kebutuhan tercukupi, insya Allah harga-harga juga akan stabil,” kata Firjaun.
Pemkab Jember bekerja sama dengan Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik, Dinas Sosial, dan semua pemangku kepentingan untuk membuat pasar murah tersebut. “Sehingga semua kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dan harga tidak tinggi. Ini salah satu kiat kami untuk mengendalikan laju inflasi,” kata Firjaun. [wir]






