Gresik (beritajatim.com) – Ribuan pelajar berasal dari SMA, SMK, Madrasah, Universitas, dan alumni se-Kabupaten Gresik, memadati Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP). Mereka menggali informasi kuliah, dan magang kerja di negara Jerman. Program yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik dengan menggandeng Habibie Education Youth (HEY).
Ketua Kadin Gresik, M. Choirul Rizal yang hadir mengatakan, program ini sekaligus meningkatkan sumber daya manusia utamanya dalam mengurangi angka pengangguran yang ada.
BACA JUGA: Suami Kades Jaten Blitar Ngaku Panik Sampai Buang Bayi
“Gresik kota industri, tapi pengangguran tetap tinggi. Maka ini juga menjadi langkah solusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan untuk persiapan program tersebut akan digelar Kadin Gresik setelah Lebaran Idul Fitri.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
CEO Habibie Education Youth, Nana Saragih yang telah malang melintang di Indonesia, memuji langkah bupati dan Kadin Gresik
yang mensupport program kuliah kerja ini.
“Saya sudah keliling Indonesia dan tidak semua pemerintah daerahnya mau turun tangan dalam hal ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan dorongan, dan motivasi agar kesempatan semacam ini tidak dilewatkan begitu saja.
“Seandainya saya pribadi masih seusia kalian, saya pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Sebab, kesuksesan itu tidak akan datang begitu saja, kesuksesan butuh diperjuangkan. Kesuksesan kita raih dari konsistensi melakukan kebiasaan-kebiasaan baik,” ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu juga menyinggung perihal bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia di tahun 2045. Bonus demografi bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi musibah jika tidak disiapkan dengan baik.
“Menghadapi bonus demografi, kita harus mulai berpikir generasi muda seperti apa yang kita siapkan. Harapannya tentu saja adalah generasi muda yang produktif dan berkualitas,” pungkasnya. (dny/kun)






