Pasuruan (beritajatim.com) – Warga Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan menyediakan menu berbuka yang berbeda dari biasanya. Menu yang menjadi ciri khas warga Winongan adalah sate tempe.
Sate tempe ini hanya dapat dijumpai saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Adalah Ifa, salah satu penjual sate tempe di pasar tradisional Winongan. “Sudah berjualan sejak 2014. Ini saya berjualan khusus bulan Ramadhan. Karena banyak orang yang membeli sate tempe untuk menu berbuka puasa,” jelas Ifa, Sabtu (1/4/2023).
Ifa yang merupakan ibu rumah tangga di Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, ini mampu menggoyang lidah masyarakat. Tentunya Ifa memiliki bumbu-bumbu yang khas buat menarik pelanggan agar tetap membeli sate tempe hasil produksinya.
Salah satunya yakni memilih produk bahan baku tempe yang memiliki kualitas unggulan. Tempe yang dibelinya pun tak perlu produk dari luar Pasuruan. Melainkan produk olahan tempe dari wilayah Pasuruan sendiri.

Ifa menjelaskan mulanya tempe yang telah dibelinya ini diiris tipis lalu dimasak setengah matang. Setelahnya tempe dibalut dengan bumbu kuning dari berbagai rempah dan didiamkan hingga bumbu meresap. “Sehari itu ya bisa memproduksi puluhan tusuk sate tempe. Kadang baru buka langsung habis. Karena harganya juga murah, cuma Rp 1.500 per tusuk,” tambah Ifa.
BACA JUGA:
Es Campur Baktung, Kudapan Legendaris Kota Pasuruan yang Cocok untuk Buka Puasa
Rois, salah satu pelanggan mengatakan bahwa dirinya juga sering mampir untuk membeli sate tempe. Namun tak jarang pula Rois malah kehabisan sate tempe yang menjadi ciri khas warga Winongan. “Kalau beli kadang ada kadang sudah habis. Padahal satenya enak pas sama lidah saya. Selain sate ada juga sate komo dan jajan lainnya,” kata Rois. [ada/suf]






