Jakarta (beritajatim.com) – PDI Perjuangan menegaskan, penolakan terhadap kehadiran timnas Israel tidak terkait dengan politik elektoral. Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, langkah partainya merupakan sikap sesuai konstitusi, sejarah, kemanusiaaan, dan pergaulan antarbangsa.
“PDI Perjuangan sedang memperlihatkan konsistensi bersikap dan ada benang merah sejarahnya,” tegas Hasto.
Dia menambahkan, partai bersikap terus menerus hadir di tengah masyarakat, konsisten bersikap dan selalu dalam bingkai Konstitusi RI.
Termasuk saat menolak perpanjangan masa periode presiden. “Jadi, perlu ditegaskan sikap PDI Perjuangan dalam menolak Israel tidak ada kaitan bahkan hitung-hitungan dengan elektoral,” katanya.
BACA JUGA:
PDIP Tegaskan Tolak Timnas Israel Sikap Fundamental Partai
Dia mengakui, bisa memahami kekecewaan khususnya pemain dan official Timnas U-20 menyusul putusan FIFA membatalkan Indonesia tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun ini juga menjadi kesempatan bagi semua pihak termasuk kaum muda untuk tidak melupakan sejarah dan memahami sejarah. Gelora Bung Karno dibangun terkait faktor sejarah penolakan terhadap Israel oleh Bung Karno. Sejak awal, PDI Perjuangan tidak pernah menolak Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia.
“Yang ditolak keikutsertaan Israel. Bahkan peringatan HUT ke-50 PDI Perjuangan dipindah dari GBK dalam rangka mendukung pelaksanaan U-20,” kata Hasto. [hen/but]






