Ponorogo (beritajatim.com) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kertosari Kabupaten Ponorogo keseluruhan siswanya hanya 19 siswa. Jumlah itupun minus kelas VI untuk tahun ajaran 2022-2023. Sekolah yang berada di timur Stadion Bataro Katong itu, menjadi salah satu dari 8 SDN di Kabupaten Ponorogo yang tahun ini akan diregrouping.
“Sekolah ini bukan diregrouping tetapi ditutup, ” kata Kepala SDN 2 KertosariKertosari, Ida Rosase, Selasa (28/03/2023).
Ida mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan sebelum sekolahnya itu benar-benar ditutup pada awal tahun ajaran 2023-2024 nanti. Yakni dengan menggelar rapat dengan wali murid.
Catatan dari Ida, pihaknya sudah melakukan rapat sebanyak 2 kali dengan para wali murid. Yakni repat pertama pada tanggal 22 Desember 2022 lalu, dan rapat kedua dilakukan pada tangbal 1 Maret 2023 lalu. Hasil kedua rapat itu sama, warga sebagai wali murid keberatan jika SDN 2 Kertosari itu ditutup.
“Kita berikan pengertian untuk wali murid. Aturan lembaga minimal kurang dari 40 siswa dalam 4 tahun bisa dilakukan regrouping ataupu ditutup. Akhirnya wali murid menerima pengertian dan wawasan yang saya berikan kepada mereka,” katanya.
Selain problem kurangnya murid yang menjadi alasan penutupan, letak SDN 2 Kertosari itu juga berdekatan dengan sekolah swasta. Dimana sekolah swasta tersebut termasuk sekolah favorit di Kabupaten Ponorogo.
BACA JUGA:
Trotoar Selatan Jalan Urip Sumoharjo Ponorogo Ditanami Pohon yang Bisa Hidup 1.000 Tahun
Ratusan Orang Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Ponorogo
Kekurangan Siswa, 8 SD Negeri di Ponorogo Bakal Diregrouping
“Ditutup karena kekurangan murid. Selain itu, kita sulit cari murid, karena di sekitar juga ada sekolah swasta,” katanya.
Sejatinya, SDN 2 Kertosari ini sudah pernah ditutup pada tahun 2016 lalu. Nah, 2 tahun kemudian pada 2018, SDN tersebut dibuka kembali. Namun, kelahiran kembali SDN itu nampaknya tidak membuat sekolah tersebut ramai. Muridnya, tetap sedikit kurang dari 40 siswa.
“Makanya kelas VI kosong. Karena ya memang baru buka kembali tahun 2018 lalu. Kemudian tahun ini ditutup lagi dengan alasan yang sama pada pertama kali tahun 2016 lalu. Yakni kekurangan murid,” pungkasnya. [end/but]






