Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik memiliki ratusan pondok pesantren atau Ponpes yang tersebar dari mulai kota hingga desa. Tidak salah bila daerah tersebut, sampai saat ini juluki sebagai kota santri. Salah satu ponpes yang sangat terkenal adalah Pondok Pesantren Qomarudin Sampurnan Bungah. Ponpes yang berlokasi di Desa Bungah, Kecamatan Bungah itu, termasuk yang tertua di Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.
Ponpes yang didirikan tahun 1747 Masehi itu, memiliki ribuan santri dan santriwati dari berbagai daerah serta latar belakang yang berbeda. Mereka jauh-jauh datang untuk menimba ilmu agama, dan menggali ilmu pendidikan umum.
Di Bulan Ramadhan ada kegiatan yang berbeda dari hari biasanya. Santri di Ponpes Ponpes Qomaruddin itu, wajib mengaji kilat kitab arab gundul, mulai dari usai sholat subuh hingga usah sholat tarawih.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ponpes”]
Selain mengaji kitab kuning, bagi santri di kelas tahfidz Al-Qur’an juga diwajibkan menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Dimana, kegiatan membaca kitab suci tersebut merupakan kegiatan wajib bagi seluruh santri. Termasuk membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan lebih diperbanyak, dibanding hari-hari biasanya.
“Di bulan puasa atau Ramadhan seperti di ponpes yang lain, kami ada mengaji kilatan. Yakni mengaji kitab hanya memaknai tanpa banyak penjelasan agar para santri bisa mempelajari sendiri di rumah,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik, KH.Muhammad Ala’uddin, Selasa (28/03/2023).
Ia menambahkan, setiap hari santri ponpes kami wajib hukumnya menjalankan sholat lima waktu. Setelah menjalan rukun Islam. Selanjutnya, ada kegiatan mengaji berbagai disiplin keilmuan dengan menggunakan kitab kuning yang diasuh oleh para kiai, atau guru di pesantren.
Ditelusuri dari sejarah, nama Pondok Pesantren Qomaruddin ini, awal mulanya berdiri karena diminta oleh santri Kiai Qomaruddin bernama Raden Tumenggung Tirtorejo. Yakni, Bupati Kanoman Gresik yang memimpin di tahun 1743-1748 Masehi untuk membantu menyebarkan agama islam. Akhirnya Pondok Pesantren Kanugrahan di Lamongan yang sudah berdiri sebelumnya, dipindahkan ke wilayah Kabupaten Gresik.
“Pendirinya Kiai Qomaruddin yang sebelumnya sudah mendirikan pondok pesantren di Kanugrahan Lamongan,” ujar KH.Muhammad Ala’uddin.
Dirinya menceritakan terdapat berbagai bukti sejarah terkait berdirinya Pondok Pesantren Qomaruddin. Antara lain, dilihat dari sejarah masa hidup Raden Tumenggung Tirtorejo. Bupati Kanoman Gresik saat itu, dan juga bukti manuskrip yang dimiliki pondok pesantren, terkait meninggalnya Kiai Qomaruddin.
Menginjak usianya yang mencapai tiga abad lebih, secara berturut-turut Pondok Pesantren Qomaruddin dipimpin oleh Dzurriyat (keturunan) Kiai Qomaruddin yang ditetapkan melalui musyawarah keluarga. Dalam tradisi pesantren suksesi kepemimpinan dilakukan pada saat pemangku pulang ke Rahmatullah (meninggal dunia).
Sampai saat ini pemangku (kepemimpinan) di Pondok Pesantren Qomaruddin sudah mengalami pergantian sebanyak tujuh kali (tujuh generasi). Para pemangku yang dimaksud.
- Kiai Qomaruddin, pendiri Pondok Pesantren Qomaruddin (1775-1783 M).
- Kiai Harun (Kiai Shalih Awwal) memangku tahun 1801-1838 M/ 1215-1254 H.
- Kiai Basyir, memangku tahun 1838-1862 M/1254-1279 H.
- Kiai Nawawi (Kiai Shalih Tsani) memangku tahun 1862-1902 M/ 1279-1320 H.
- Kiai Ismail, memangku tahun 1902-1948 M/1320-1368 H.
- Kiai Shalih Musthofa memangku tahun 1948-1982 M/1368-1402 H.
- Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad, memangku tahun 1982 M-2013 M/ 1402 H-1435H.
- Kiai Moh. Iklil, memangku mulai tahun 2013 M – 2022 M
- K.H Muhammad Ala’uddin, memangku mulai tahun 2022 M hingga sekarang. [dny/kun]






