Surabaya (beritajatim.com) – Setiap bulan Ramadhan, salah satu istilah yang paling populer adalah ngabuburit, kegiatan menunggu azan magrib sebagai tanda untuk berbuka puasa.
Istilah ngabuburit sangat terkenal di masyarakat, tetapi banyak orang yang tidak mengetahui asal-usulnya dengan jelas.
Lalu, dari mana sebenarnya istilah ngabuburit berasal? Mari simak penjelasan dari artikel berikut ini sampai selesai.
Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Cabai di Kota Pasuruan Menguras Kantong
Istilah ngabuburit mengacu pada aktivitas menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan ini bisa beragam, mulai dari berjalan-jalan, membaca Al Quran, bersantai dengan keluarga, atau mencari hidangan untuk berbuka puasa.
Meskipun istilah ngabuburit telah populer di berbagai wilayah di Indonesia, sebenarnya istilah ini berasal dari bahasa Sunda.
Istilah ngabuburit berasal dari kata “burit” yang artinya petang atau sore. Kemudian kata “burit” diberi awalan “nga” dan dilakukan pengulangan kata “bu” dari “burit”, sehingga menjadi “ngabuburit”.
Baca Juga: Pemkab Magetan Akan Bangun Palang Pintu KA, Tunggu RAPBD 2023
Kata “burit” dalam bahasa Sunda pada awalnya merupakan keterangan waktu yang berarti sore, kemudian ditambahkan awalan “nga” menjadi kata kerja. Sehingga kata ngabuburit berarti aktivitas seseorang di sore hari menunggu waktu magrib.
Seiring dengan perubahan zaman, kegiatan yang dilakukan dengan istilah ngabuburit semakin beragam. Dahulu, ngabuburit berisi kegiatan anak-anak yang bermain permainan tradisional Jawa Barat seperti bebeledugan atau meriam bambu.
Sekarang ini, kegiatan ngabuburit semakin beragam dan inovatif sesuai dengan kebudayaan di masing-masing wilayah, tidak hanya memainkan permainan tradisional Sunda.
Baca Juga: Puasa Tetap Sah Meski Meninggalkan Sholat? Berikut Jawaban Buya Yahya
Bahkan, istilah ngabuburit tidak hanya populer di wilayah Sunda, tetapi juga sampai di Jawa Timur.
Selain itu, pengucapan kata ngabuburit terlihat mudah dilakukan oleh pengucap yang bukan berasal dari bahasa Sunda. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa istilah ngabuburit semakin mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, hingga saat ini istilah ngabuburit tidak asing di telinga ketika bulan Ramadhan tiba, digunakan sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka puasa.
Itulah asal-usul istilah ngabuburit dan perkembangannya hingga kini yang telah populer di seluruh Indonesia. (ian)






