Pasuruan (beritajatim.com) – Selama satu pekan, Satreskrim Polres Pasuruan menguak tiga kasus pembuatan dan penyimpanan bahan peledak. Hal ini akan terus dilakukan dalam rangka operasi pekat 2023.
Operasi pekat ini dilakukan sampai dengan Maret 2023 yang juga sebagai bentuk pengamanan selama Bulan Suci Ramadhan.
“Selama seminggu terakhir ini kami berhasil mengamankan tiga kasus pembuatan dan penyimpanan bahan peledak. Trakhir kita amankan pelaku dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan,” kata KBO Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Sunarti.
Pelaku pembuatan bahan peledak ini bernama Sunardi (53) warga Desa Payaman, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Sunardi diamankan didalam rumahnya.
Baca Juga:
3 Pembuat Mercon Diamankan Polres Pasuruan, 1 Ternyata Wanita
Dari hasil introgasi yang dilakukan polisi, Sunardi mengakui dirinya telah membuat dan menyimpan bahan peledak untuk membuat mercon. Sunardi menjual mercon yang dibuatnya dengan harga Rp 40.000 setiap meternya.
“Kami mengamankan barang bukti satu set alat membuat mercon dan sumbu mercon seberat dua ons. Kami juga mengamankan satu krta. slongsong mercon yang ada didalam rumah pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti.
Baca Juga:
2 Orang Diamankan Polsek Prigen Pasuruan, Diduga Curi 4 Ekor Merak
Tak hanya itu polisi juga mengamankan barang bukti dua kantong plastik mercon siap jual. Dalam plastik tersebut berisi mercon kecil dengan panjang 20 meter dan 10 meter. Sunardi juga memiliki obat mercon dengan berat 0,5 kilogram. [ada/beq]






