Malang (beritajatim.com) – Harga telur ayam di Kota Malang melambung tinggi. Di tingkat pedagang harga telur ayam mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan di tingkat peternak seharga Rp 26 ribu per kilogram.
Salah satu peternak ayam petelur di kawasan Buring, Kota Malang adalah Soleh. Dia mengungkapkan penyebab tingginya harga telur ayam karena harga pakan ayam juga naik. Dia memiliki 1.100 ekor ayam. Dimana untuk menghidupi seribu lebih ekor ayam dia harus membeli 1 paket pakan pakan seharga Rp1 juta per pekan.
“Kalau kemarin masih Rp 900 ribu satu paket pakan. Satu paket itu ada tiga macam isi pakan, yakni, konsentrat, jagung dan dedek. Kami beli lima paket itu untuk satu bulan. Nah, harga telur tinggi karena harga pakan juga tinggi,” ujar Soleh, Jumat, (24/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”telur”]
Soleh mengatakan, para peternak tergabung dalam koperasi. Naiknya harga pakan disesuaikan dengan kenaikan harga telur. Yang menentukan kenaikan harga adalah koperasi. Pada bulan lalu harga telur masih di angka Rp22 ribu per kilogram. “Yang menentukan harga itu dari koperasi. Harga terendah bulan lalu pertengahan bulan sekitar Rp 22 ribu per kilogram,” imbuhnya.
Soleh menuturkan, wajar jika harga telur di pasaran mengalami kenaikan. Sebab, harga ditingkat peternak juga mengalami kenaikan akibat harga pakan yang naik. Namun, dia berharap harga pakan dan telur kembali turun agar masyarakat kembali bisa membeli telur dengan harga terjangkau.
“Karena memang dari pakannya itu naik, jadi harga telur ikut naik bertahap. Memang mahal (di pasaran) karena kan Rp 26 ribu dari peternak. Itu kan sudah pindah tangan tiga kali. Dari peternak, tengkulak dan penjual di pasar. Saya setiap hari panen 55 kilogram telur dari 1.100 ekor ayam,” tandasnya. (luc/kun)






