Madiun (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kelurahan/Kecamatan Mejayan atau yang lekat disebut Caruban, Kabupaten Madiun, Jumat (17/3/2023) pukul 17.00 WIB. Akibatnya, sejumlah pohon dan rumah roboh dan puingnya menimpa jalur KA. Petugas PT KAI Daop 7 Masiun segera melakukan pembersihan sehingga jalur kereta api tidak terganggu.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Suoriyanto menyebut, karena kondisi cuaca tersebut KA Gajayana relasi Malang-Gambir berhenti luar biasa di Stasiun Caruban pukul 18.01 WIB, dan kemudian melanjutkan perjalanan pada pukul 18.02 WIB. Namun, KA tersebut mengalami keterlambatan 8 menit.
“Hujan deras dan angin kencang tersebut juga menyebabkan pohon roboh di sebelah perlintasan KA (JPL.119) antara stasiun Saradan – Caruban, hingga ke jalur KA. Petugas segera melakukan tindakan menyingkirkan pohon tersebut, sehingga tidak menggangu perjalanan KA,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”longsor-madiun”]
“Selain itu, menerima informasi bahwa pada pukul 17.45, ada rumah roboh di sekitar jalur KA yang terbawa angin hingga ke perlintasan KA (JPL 118). Petugas segera melakukan pembersihan di jalur KA, dan tidak sampai mengganggu perjalanan KA,” tambah Supriyanto.
Sebelumnya, pihaknya juga menerima laporan dari petugas di stasiun Caruban, pada hari Jumat, 17 Maret 2023 sekitar jam 17.17 bahwa di lingkungan stasiun Caruban terjadi hujan deras disertai angin kencang. Hujan deras disertai angin kencang tersebut hingga masuk ke area stasiun Caruban.
Dampak dari masuknya air hujan ke dalam stasiun tersebut, beberapa plafon sampai mengelupas. Kondisi stasiun Caruban aman, karena pada saat kejadian tidak ada penumpang yang berada di dalam stasiun. Kondisi peralatan di stasiun Caruban juga aman.Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di stasiun Caruban dan lingkungan.
“PT KAI tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan KA beserta penumpang dan barang yang diangkutnya,”pungkasnya. [fiq/but]






