Jombang (beritajatim.com) – Direktur RSUD Jombang DR dr Ma’murotus Sa’diyah MKes menjadi narasumber tingkat nasional dalam tata kelola integrasi implementasi antrean online pasien JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Oleh pihak BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. RSUD Jombang dinilai telah menjalankan implementasi antrean online pasien JKN yang menggunakan 100% aplikasi mobile JKN pada pelayanan rawat jalan dengan sangat baik.
Acara yang diikuti oleh 1000 rumah sakit se-Indonesia pada Selasa 14 Maret 2023 ini berlangsung dinamis. Pertemuan dilakukan dengan metode zoom meeting. DR dr Ma’murotus Sa’diyah MKes menjelaskan secara panjang lebar tentang penerapan kebijakan itu dalam bentuk “Best Practice Sharing Transformasi Digital dan Implementasi Antrian Online”.
“Karena dinilai telah berhasil menjalankan implementasi antrean online pasien JKN yang menggunakan 100% aplikasi mobile JKN, RSUD Jombang diminta untuk sharing pengalaman dalam tata kelola integrasi tersebut,” ujar Ning Eyik, panggilan akrab Direktur RSUD Jombang DR dr Ma’murotus Sa’diyah MKes, Kamis (16/3/2023).
BACA JUGA:
Daftar Online di RSUD Jombang, Begini Caranya
Ning Eyik menjelaskan, sistem antrean online dapat mencegah terjadinya penumpukan di bagian pendaftaran. Itu karena pasien sudah mendapatkan nomor antrean secara online melalui Aplikasi Mobile JKN. Manfaat antrean online Aplikasi Mobile JKN juga dirasakan petugas yang tentunya akan lebih mudah melakukan pendataan.
Walhasil, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Jombang juga terus meningkat. Menurutnya, hasil tersebut sudah sesuai dengan apa yang diharapkan rumah sakit pelat merah yang berada di Jl KH Wahid Hasyim Jombang ini. Peserta merasa senang, karena tidak harus antre lama di rumah sakit untuk mendapat pelayanan.
Sambut Baik Transformasi Layanan Digital

Oleh sebab itu, RSUD Jombang menyambut baik transformasi layanan digital yang digaungkan oleh BPJS Kesehatan. Dengan diterapkannya sistem antrean online, merupakan langkah cepat dan efisien untuk meningkatkan mutu layanan. Transformasi digital yang dilakukan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan layanan kesehatan yang selama ini terjadi.
“Dukungan dan komitmen pemerintah daerah terhadap pelaksanaan mobile JKN di RSUD Jombang juga merupakan salah satu bentuk kerja sama, sinergi dan kolaborasi yang baik. Semuanya demi memberikan akses dan kemudahan serta meningkatkan mutu pelayanan,” ujar Dokter Eyik.
BACA JUGA:
RSUD Jombang Siapkan Ruang Rawat Inap Kelas I untuk Pasien BPJS Ketenagakerjaan
Dalam zoom meeting yang juga diikuti seluruh KC (Kantor Cabang) BPJS se-Indonesia serta BPJS pusat, Direktur RSUD Jombang menambahkan, untuk lebih mengenalkan tentang mobile JKN, pihaknya tak lelah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Di antaranya menayangkan video mobile JKN di layar videotron outdoor yang ada di Taman Informasi Kabupaten Jombang. Juga di sejumlah titik strategis lainnya.
“Kita memasang sosialisasi tentang mobile JKN di sejumlah titik strategis Kabupaten Jombang. Salah satunya di videotron Taman Informasi Jombang. Sehingga masyarakat mengetahui pelayanan di RSUD dengan mobile JKN,” pungkas perempuan kelahiran Jombang 14 Desember 1971 ini. [adv/suf]






