Jember (beritajatim.com) – PT Amaya Alam Semesta berhenti mengoperasikan penerbangan Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember dengan pesawat Cessna pada 10 Februari 2023, karena sepinya penumpang. Namun aktivitas penerbangan di Jember belum akan berhenti, karena masih ada maskapai Susi Air milik mantan menteri perikanan dan kelautan Susi Pudjiastuti. Susi Air beroperasi dengan trayek Jember-Sumenep dan Sumenep-Jember sejak 10 Januari 2023, serta dibiayai anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Selain trayek Jember-Sumenep yang sudah berjalan, Kepala Dinas Perhubungan Jember Agus Wijaya berharap posisi penerbangan Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember bisa diisi oleh Susi Air, karena potensi pasar masih ada.
“Ini masih dalam taraf pembicaraan di Aston kemarin pada 6 Maret. Mereka datang ke Jember. Begitu juga Otoritas Bandara III Juanda juga sudah melihat. Ini peluang bisnis, tapi masih terkendala (kondisi penumpang) Sumenep-Jember,” kata Agus, dalam rapat gabungan dengar pendapat dengan Komisi A, Komisi B, dan Komisi C di gedung DPRD Jember, Senin (13/3/3023).
Menurut Agus, okupansi penumpang dari Jember ke Sumenep lebih bagus daripada dari Sumenep ke Jember. Dari 12 kursi pesawat Cessna yang digunakan dari Jember ke Sumenep, terisi setidaknya lima puluh persen. “Ada enam tujuh kursi. Tapi dari Sumenep hanya ada dua penumpang,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penerbangan-jember”]
Tren penurunan jumlah penumpang dari Sumenep ke Jember ini, menurut Agus, terlihat pada pertengahan Februari 2023. “Kami sudah dapat teguran dari Unit Pelaksana Teknis Bandara Sumenep. Ini akan dievaluasi lagi setelah lebaran,” katanya.
Pengelola penerbangan di Sumenep meminta Jember membantu mengatasi persoalan tersebut. Agus akhirnya meminta Bagian Protokol untuk memasang promosi di luar Jember. Dishub Jember juga sudah menggelar rapat dengan Otoritas Bandara III Juanda, 6 Maret 2023.
“Kami sudah menyampaikan, pasar Jember-Surabaya ada, tapi pengelola pesawatnya kebetulan kesulitan. Termasuk Jember-Sumenep ada, tapi yang Sumenep-Jember kok tidak ada. Itu di luar kemampuan kita” kata Agus. [wir/but]






