Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) resmi membuka layanan kesehatan bagi masyarakat umum, khususnya untuk warga Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Usai soft opening ini, RS Ubaya bakal mengikuti akreditasi menjadi rumah sakit tipe B kemudian akan diproses menjadi rumah sakit pendidikan. Rumah sakit ini akan mendukung Fakultas Kedokteran Ubaya.
Ketua Yayasan Ubaya, Anton Prijatno mengatakan bahwa kendati masih dalam proses, RS Ubaya sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang didesain untuk menunjang proses pembelajaran.
Pihaknya mentargetkan, dalam kurun dua tahun ke depan mahasiswa Ubaya sudah bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. “Targetnya dua tahun. Nantinya mahasiswa bisa praktek di rumah sakit milik Ubaya sendiri,” ujar Anton ditulis Senin (6/3/2023).
Ia menjelaskan, selain diarahkan menjadi rumah sakit pendidikan, RS Ubaya juga memiliki dua misi lainnya. Pertama, menjadi rumah sakit yang bisa memberikan pelayanan secara luas dan profesional kepada masyarakat dengan pendekatan humanistik.
Kedua, RS Ubaya juga diharapkan bisa menjadi tempat penelitian bagi pengembangan kedokteran. Bekerjasama dengan semua fakultas di Ubaya untuk membuat temuan-temuan baru yang berguna di dunia kesehatan.
“Kami harap RS Ubaya dapat bermanfaat dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh warga di Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia Timur,” harap Anton.
Diketahui, RS Ubaya dibangun sebagai komitmen kampus saat mendirikan Fakultas Kedokteran pada 2016 silam. Targetnya, dua tahun ke depan RS ini sudah bisa menjadi RS Pendidikan. Sehingga, keberadaannya semakin optimal dalam mendukung pembelajaran di Fakultas Kedokteran.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ubaya”]
RS Ubaya terdiri dari 9 lantai yang dibangun di atas tanah seluas ± 13.049,65 m² dengan luas bangunan ±28.668 m². Sejak ground breaking 3 Mei 2021 lalu hingga saat ini, soft launching hanya memerlukan waktu tidak sampai 2 tahun rampung termasuk interior.
Di RS ini, tersedia fasilitas 319 bed yang akan dibuka 200 bed terlebih dahulu di tahap awal ini. Ruang rawat inap terdiri dari Suite Room, Eksekutif, Deluxe, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III.
Sementara di ruang triage IGD terdapat 18 bed, satu kamar operasi, dan satu ruangan kegawatdaruratan ibu dan bayi (PONEK IGD). Pada ruang bersalin tersedia 9 kamar pasien bersalin dan 8 inkubator. RS Ubaya juga memiliki 48 poli klinik spesialis dan sub spesialis. [ipl/but]






