Malang (beritajatim.com) – Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan berharap ada satu wadah atau Yayasan untuk menaungi seluruh persoalan mereka. Hal itu terungkap dalam Silaturahmi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, Sabtu (4/3/2023) di Pendopo Pemkab Malang Jalan Raya Panji, Kepanjen.
“Kami dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, ingin berada dalam salah satu rumah, Yayasan yang berpayung hukum. Ini harapan kami, karena yang ditinggalkan almarhum masih ada adiknya, anaknya, bahkan orangtuanya,” tegas Vincentius Sari, warga Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Vincentius Sari adalah ayah kandung dari Yohanes Revano Prasetyo (15). Revano meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Menurut Sari sapaan akrabnya, tujuan keluarga korban tragedi Kanjuruhan membuat Yayasan yang berpayung hukum, untuk memudahkan koordinasi.
BACA JUGA:
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Bertemu Bupati Malang
“Kami ingin membuat yayasan berpayung hukum. Mengenai kebutuhan database nya sudah masuk 38 keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Kesulitan kami karena masih kita lakukan beberapa Minggu ini, serta luasnya wilayah Kabupaten Malang dimana keluarga korban tragedi Kanjuruhan ini tinggal,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Malang HM Sanusi tidak mempermasalahkan. “Soal ingin membentuk yayasan keluarga korban tragedi Kanjuruhan, boleh saja. Semua orang boleh buat itu,” terang Sanusi.
Sanusi menjelaskan, Pemkab Malang sejauh ini siap mengcover semua biaya kesehatan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. “Kita cover di rumah sakit Kanjuruhan, berapapun anggarannya kita tanggung,” kata Sanusi.
BACA JUGA:
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Diundang Gubernur Jatim ke Grahadi
Sanusi mengaku, selain biaya kesehatan, Pemkab Malang juga akan membantu biaya pendidikan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan. “Yang kita bantu mulai biaya kesehatan, pendidikan, bedah rumah juga. Lalu MCK sudah. Sementara untuk bantuan pekerjaan, nanti akan kita komunikasikan lagi,” bebernya.
Menurut Sanusi, semua realisasi bantuan itu tergantung kebutuhan. “Kalau kesehatan hari ini langsung kita cover. Semuanya.
Kalau pendidikan kita lihat dulu APBD kita berapa, kalau untuk SD dan SMP sih kita jamin,” ujarnya.
Sanusi menambahkan, pihaknya juga menyiapkan tim trauma healing bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan. “Soal trauma healing akan kita bantu. Baik itu melibatkan Polres Malang dan Dinkes Kabupaten Malang,” Sanusi mengakhiri. [yog/suf]






