Malang (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) menghadirkan 1st Malang International Conference on Herbs and Toxicants (MIC-HT). Kegiatan internasional ini mengusung tema The Effects of Pollution on Human Diseases and Infection.
Acara berlangsung di pascasarjana lantai 7 Unisma pada Jumat (3/3/2023) siang dengan dihadiri 200 lebih peserta secara hybrid daring dan luring. Dekan FK Unisma dr Rahma Triliana, M.Kes, PhD mengatakan bahwa pembicara kunci didatangkan pihaknya berbagai Universitas di luar negeri.
Pembicara kunci meliputi pertama, Prof. Dr. Yap Chee Kong dari University Putra Malaysia yang membahas polusi dan kesehatan manusia. Kedua, Prof. Mikio Nishizawa, MD. PhD., Ritsumeikan University, Jepang dengan topik anti inflamasi obat tradisional Jepang (Kampo Medicine). Ketiga, Prof. Dr. Norfilza Mohd Mokhtar dari Universiti Kebangsaan Malaysia yang membahas hubungan antara polusi dan kanker.
Selain itu, ada juga Yadallah Bahrami, Ph.D. dari Flinders University, Adelaide yang membahas Polutan pada Malignan. Kemudian Chin-Kok Yong, Ph.D. dari Universiti Kebangsaan Malaysia dengan bahasan polutan pada gangguan metabolik dan inflamasi. Ada juga pembicara dari berbagai kampus di Indonesia, seperti dari UGM, Unair, Unisma, UB dan UI.
dr Rahma memandang tujuan seminar internasional itu untuk membawa pengetahuan baru terkait dengan obat-obatan herbal (tradisional). Obat herbal dipandangnya dapat digunakan sebagai upaya menahan atau melawan dari polutan, baik polutan di udara, air maupun dalam tanah.
“Kita ketahui bahwa polutan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama penyakit penyakit degeneratif seperti diabetes darah tinggi gangguan saraf. Selain itu, ternyata perubahan lingkungan dapat menyebabkan terjadinya resistensi kuman terhadap antibiotik dan menyebabkan kuman menjadi lebih sulit untuk ditangani atau lebih kuat,” kata Dekan FK Unisma.
Ia menekankan bahwa FK Unisma tengah berusaha membawa expert dari luar negeri untuk memberikan tambahan pengetahuan informasi dan penelitian terbaru. Terutama berkaitan dengan efek polusi pada kesehatan terutama penyakit degeneratif dan infeksi.
“Nantinya akan dibahas juga obat-obatan herbal yang dapat digunakan untuk mencegah atau melawan efek dari polutan tersebut terhadap kesehatan. Kami berharap pertemuan ini akan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Jadi ini nanti akan ada second Malang international Conference yang tahun 2025,” sambung dr Rahma Triliana.
Menurut Dekan, kegiatan yang dilakukan itu juga sebagai bentuk upaya Unisma menjadi universitas yang terkenal secara internasional dan membawa upaya awal untuk negosiasi dan pertemuan dengan negara lain. “Nantinya akan ada kolaborasi penelitian bersama atau inisiasi berbagai diskusi diskusi terkait dengan perkembangan penelitian baik itu di dalam negeri maupun di luar,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma”]
Sebagai informasi, FK Unisma saat ini memiliki beberapa herbal yang diteliti seperti rosella, kemudian pegagan centella, asiatica, dan beberapa tanaman lain.
Senada dengan itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri, MSi memandang bahwa kegiatan konferensi nasional sangat positif bagi fakultas kedokteran dan akan mengembangkan keunikan yang menjadi ciri khas yaitu obat-obat herbal.

“Salah satu keunggulan dari pada fakultas kedokteran maka sekarang sedang melaksanakan international conference dengan melibatkan dari berbagai negara dalam rangka untuk pengembangan urbanisasi di Univ apalagi masyarakat sekarang sudah mulai beralih dari obat-obatan yang sifatnya kimia ke herbal,” jelas Prof Maskuri.
“Indonesia negara agraris sumber daya alamnya begitu subur maka ketika sumber daya alam disebut ditanami dengan tanaman tanaman toga dengan sebagian besar akan sangat positif di dalam mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia ,” ujar Prof Maskuri. [dan/but]






