Malang (beritajatim.com) – Dosen prodi Farmasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma), Dr.apt. Yudi Purnomo, M.Kes menjadi periset tamu atau visiting researcher (VR) yang diadakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Riset project yang dilakukan tentang optimasi media dan teknik lisis sel pada produksi protein rekombinan HPV-52 L1 dengan sistem ekspresi Hansenula polymorpha.
Riset ini bertujuan untuk menghasilkan protein antigen HPV-52 L1 yang berkualitas, aman dan ekonomis sehingga dapat menekan tingginya biaya produksi vaksin untuk pencegahan penyakit kanker serviks. Kegiatan ini dilakukan sejak awal Agustus hingga akhir Oktober 2023 di BRIN KST Dr. (HC). Ir. Soekarno, Cibinong, Bogor Jawa Barat.
Selain itu, pria lulusan program Doktor Ilmu Biomedik FK UB mempunyai topik riset mandiri yaitu melakukan pengujian potensi imunostimulan senyawa terpenoid dari fraksi daun waru (Hibiscus tiliaceus) sebagai kandidat adjuvant vaksin.
BACA JUGA: Di Unisma, Prabowo: Saya Jenderal Tukang Pijatnya Gus Dur
Yudi Purnomo menceritakan, pada formulasi sediaan vaksin, adjuvant ditambahkan untuk meningkatkan respon imun sehingga kebutuhan dosis antigen vaksin dan efek sampingnya dapat diturunkan. “Penggunaan adjuvant berbasis bahan alam ini diharapkan lebih kompatibel, efektif dan aman untuk produk sediaan biologis seperti vaksin,” katanya.
“Kegiatan riset ini sudah disubmit dalam bentuk artikel ilmiah dan sedang proses under review di jurnal internasional bereputasi tinggi sebagai luaran kegiatan,” lanjut Yudi melalui keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Rabu (22/11/2023).
Pada waktu bersamaan, Yudi Purnomo sebagai peserta VR di Pusat Riset Rekayasa Genetika, juga diminta menjadi narasumber pada kegiatan Friday Scientific Sharing Seminar (FS3) di lingkungan BRIN dengan topik ‘Natural Vaccine Adjuvant and immunopotentiator derived from Indonesia biodiversity’.
Menurut Yudi, tema yang dipilih sesuai dengan visi dan misi dari FK Unisma serta topik riset yang sedang dikerjakan. Selama di BRIN Cibinong, ia memaksimalkan kegiatan sebagai periset tamu dengan melakukan beberapa pengujian bioaktivitas herbal sebagai inisiasi lanjutan kolaborasi riset dan publikasi dengan pihak BRIN.
Tidak instan, apoteker alumni Fakultas Farmasi Unair ini sebelumnya mengikuti proses seleksi dengan persyaratan wajib memiliki H-index scopus minimum 5 hingga diterima sebagai periset tamu di Kelompok Riset Protein Rekombinan Virus, Pusat Riset Rekayasa Genetika, BRIN KST Dr. (HC). Ir. Soekarno, Cibinong, Bogor Jawa Barat.
Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan kegiatan ini sebagai realisasi MoU antara BRIN dengan Unisma yang sudah ditandatangani dan berlaku hingga tahun 2027. Unisma sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta terkemuka di Malang raya memiliki target menjadi research and entrepreneur University.

Berbagai kegiatan riset kolaborasi dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Unisma dengan mitra di dalam maupun luar negeri untuk mewujudkan target tersebut. Salah satunya yang dilakukan oleh dosen prodi Farmasi, Dr.apt. Yudi Purnomo. “Kami mengapresiasi beliau dengan setinggi-tingginya,” ujar Rektor Unisma.
Ketua Kelompok Riset virus rekombinan BRIN dan penanggung jawab kegiatan visiting researcher, Dr. A. Zaenal Mustopa, MSi., menyambut baik MoU Unisma dengan BRIN melalui kegiatan pembuatan proposal riset bersama untuk diajukan pendanaan dari BRIN yang berkelanjutan dengan pembuatan PKS.
“BRIN memiliki beberapa program pendanaan riset salah satunya adalah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) sehingga dapat merealisasikan kegiatan tersebut di waktu mendatang,” ungkapnya. [dan/suf]






