Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan siswa SMP negeri dan swasta di Kabupaten Ponorogo mengikuti wisuda akbar Tahfidzul Quran. Bertempat di Pendopo Agus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, ratusan siswa itu diwisuda langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Peserta wisuda akbar Tahfidzul Qur’an ini, ada yang sudah hafal 1 juz, 2 juz, 5 jus, 10 juz hingga sampai 30 juz. Sebelum acara dimulai pun, peserta diminta meneruskan ayat Al Quran yang dibacakan. Selain itu juga ada pembacaan Al Quran dengan artinya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
“Al-Quran merupakan sumber segala ilmu. Menghapal Quran, setiap ayatnya akan menerangi pembacanya,” kata Sugiri Sancoko dalam sambutannya, Kamis (2/3/2023).
Keberhasilan siswa SMP yang bisa menghafal Al Quran ini berawal dari keinginan dari ketua PWNU Jatim Kiai Marzuki Mustamar yang meminta SMP itu rasa madrasah, ada pengajiannya. Dia menginginkan supaya bisa diterbitkan peraturan bupati (perbup) tentang pengajian.
Baca Juga: Gedung TK di Ponorogo Jadi Pengungsian, Siswa Belajar di Rumah Warga
“Saya saat itu bertanya, bagaimana dengan siswa yang beragama lain. Kita kan Pancasila. Hal tersebut saya diskusikan dengan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik),” kata Kang Giri sapaan karib Sugiri Sancoko.
Hingga akhirnya terbit perbup tentang penguatan dengan berbasis karakter agama. Dengan berbup itu, mayoritas siswa yang beragama Islam mulai SD hingga SMP mulai mengaji dan menghafalkannya.
“Jadi SD itu sudah hapal Jus Amma dan SMP sudah hafal juz,” katanya.
Bupati Sugiri berharap ke depan penghafalan Al Quran bukan hanya perintah atau implementasi dari perbup yang diterbitkan. Namun, semoga bisa menjadi budaya anak-anak di Ponorogo.
“Jadi menghafal tidak lagi karena implementasi perbup, namun menjadi budaya yang selalu ditingkatkan,” pungkasnya.
Baca Juga: Korban Tanah Gerak Ponorogo Disiapkan 600 Nasi Bungkus
Sementara itu Kepala Dindik Ponorogo Nuthadi Hanuri mengungkapkan bahwa pensidilan karakter keagamaan bukan hanya slogan saja. Namun, bisa benar-benar diterapkan kepada peserta didik. Seperti yang dilakukan oleh peserta didik yang beragama Islam dengan membaca, dan bahkan bisa menghafalkan Al Quran.
“Peserta didik didorong untuk bisa membaca dan menghafalkan Al Quran. Dengan begitu, mereka bisa menterjemahkan isinya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Nurhadi.
Data dari Dindik Ponorogo, ada 1854 siswa SMP di Ponorogo yang mengikuti acara wisuda akbar Tahfidzul Quran ini. Rinciannya sebanyak 1697 siswa hafal 1 juz Al Quran, dan 2 juz Al Quran sebanyak 66 siswa. Sementara ada 21 siswa yang hafal 3 juz Al Quran dan ada 53 siswa yang hafal 5 juz lebih.
“Program Tahfidzul Quran ini bekerjasama dengan ustaz di Madrasah Diniyah yang ada di Ponorogo,” kata Kepala bidang SMP Dindik Ponorogo Siswanto. [end/beq]






