Ponorogo (beritajatim.com) – Gedung TK di Ponorogo sudah tiga hari ini jadi pengungsian warga terdampak tanah bergerak. Para siswa akhirnya belajar di rumah warga setelah diliburkan selama 3 hari,
Warga Dusun Sumber RT 01 RW 01 yang rumahnya terdampak tanah gerak sejak Senin (27/2/2023) lalu sudah mendiami gedung TK Dharma Wanita di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo tersebut untuk tempat pengungsian. Tempat tersebut dinilai aman dari bencana alam tanah gerak yang melanda tempat tinggal mereka.
“Anak-anak TK ini libur tiga hari sejak hari Senin lalu. Hari ini sudah mulai masuk lagi. Tetapi tempat belajarnya dipindah,” kata Sumarlan, salah satu perangkat Desa Tumpuk, Kamis (2/3/2023).
Pemerintah Desa (Pemdes) Tumpuk, kata Sumarlan memindah kegiatan belajar anak-anak TK tersebut di rumah warga. Kegiatan belajar mengajar di rumah warga itu, dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. Setidaknya sampai ada tempat pengganti bagi para pengungsi tersebut.
Baca Juga: Tanah Gerak Ponorogo, Warga Pengungsi Ingin Dicarikan Tempat Relokasi
“Rumah penduduk itu kebetulan rumah kepala sekolahnya. Kita tiga hari melakukan persiapan hingga hari ini akhirnya masuk kembali,” katanya.
Siswa TK Dharma Wanita Desa Tumpuk ini jumlah siswanya sebanyak 26 anak. Jumlah itu berasal dari 3 dusun yang berada di Desa Tumpuk, yakni Dusun Sumber, Salam dan Gondang. Siswa yang paling banyak terdapat di Dusun Salam.
“Siswa TK ini teridiri dari 3 dusun, yakni Dusun Sumber, Salam dan Gondang. Yang terbanyak dari Dusun Gondang,” katanya.
Baca Juga: Retakan Tanah Hingga 1 Meter, BPBD Ponorogo Pasang Tanda
Barang-barang seperti buku maupun peralatan yang berkaitan dengan pelajaran dibawa ke rumah penduduk. Kecuali bangku dan tempat duduk. Sehingga bangku dan tempat suduknya tetap berada dalam sekolah.
“Jadi belajarnya lesehan. Meja dan kursinya tidak dibawa ke rumah penduduk,” pungkas Parlan panggilan karib Sumarlan.
Untuk diketahui, setidaknya ada 139 orang yang mengungsi di gedung TK desa setempat. Meraka merupakan korban terdampak tanah gerak yang menghancurkan rumahnya. Karena masih hujan, diperkirakan tanah retak itu masih akan bergerak. Sehingga membahayakan bagi mereka masih tinggal di area tersebut. [end/beq]






