Sumenep (beritajatim.com) – KRI Malahayati 362 tiba di Perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (02/03/2023). Kapal milik TNI AL tersebut membawa logistik, bantuan untuk masyarakat Masalembu yang mengalami krisis pangan akibat cuaca buruk berkepanjangan.
“Bantuan tersebut berupa beras, sarden kalengan, gula, mie instan, dan minyak goreng. Bantuan itu dihimpun dari BPBD Jawa Timur dan Kapolda Jawa Timur,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.
Namun sayang sekali, KRI Malahayati 362 tidak dapat bersandar di dermaga Pelabuhan Masalembu karena keadaan cuaca tidak memungkinkan. KRI kemudian lego jangkar di perairan sebelah timur Pulau Masalembu, dengaj jarak sekitar 2 mil dari bibir pantai.
“Karena kapal tidak bisa merapat ke dermaga, maka proses bongkar muat barang dilakukan menggunakan perahu untuk dibawa ke darat. Kemudian dibawa truk menuju Kantor Kecamatan Masalembu,” terang Widiarti.
Setelah proses bongkar muat logistik bantuan selesai, Forpimka Masalembu menggelar rapat dengan para Kepala Desa untuk menentukan teknis pendistribusian logistik ke masyarakat. “Jadi untuk teknis distribusinya masih dibahas bersama,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Masalembu”]
Cuaca di Perairan Masalembu sudah 3 minggu ini tergolong ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Surabaya, tinggi gelombang di Perairan Masalembu berkisar antara 2,5 – 4 meter, dengan kecepatan angin 20-24 knot. Kondisi tersebut jelas membahayakan pelayaran. Karena itu, tidak ada satupun kapal yang berangkat. KSOP Kalianget meminta agar seluruh operator kapal menunda pelayaran.
Akibat lamanya tidak ada pelayaran itu, stok sembako di Masalembu mulai menipis. Beras dan bahan pangan lainnya menjadi barang langka dan mahal di Pulau Masalembu. [tem/but]






