Jember (beritajatim.com) – DPC PPP (Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai slogan ‘sinergi, kolaborasi, dan akselerasi’ dalam menyelesaikan persoalan rakyat masih perlu ditingkatkan lagi, terutama dengan partai politik pengusung dan tim pendukung saat pemilihan kepala daerah.
Demikian evaluasi Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq terhadap dua tahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Ia mengingatkan kembali janji yang pernah disampaikan ketika pemilihan kepala daerah, karena partai politik pengusung dan tim pendukung juga bagian dari rakyat Jember.
“Saya masih mendengar adanya suara-suara sumbang, karena dianggap bupati lupa pada janji dan komitmennya dulu, ketika akan menjadi calon yang minta dukungan dan rekom dari partai. Masih ada waktu untuk memperbaiki komunikasi dalam sisa waktu setahun ini,” kata Madini, ditulis Selasa (28/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PPP-Jember”]
Secara umum, Madini menilai selama dua tahun pemerintahan Hendy-Firjaun kepuasan publik tidak bisa diraih seratus persen. “Pasti ada yang puas dan tidak puas. Pembangunan infrastruktur lumayan baik dengan adanya proyek multiyears. Juga pengembangan pariwisata dan usaha mikro kecil menengah lumayan baik,” katanya.
“Tapi masalah kelangkaan pupuk yang sempat menjadi janji kampanye untuk diatasi masih sering dikeluhkan oleh para petani di Jember. Juga bantuan untuk guru ngaji dan pondok pesantren, termasuk pelayanan administrasi terhadap pencairan bantuan pendidikan, masih ada keluhan dari kalangan insan pendidikan di Jember,” kata Madini,
Menghadapi Pemilu 2024, PPP masih belum bisa menentukan sikap untuk melanjutkan dukungan terhadap duet tersebut. “Kami belum bisa menentukan saat ini, karena kami masih harus melakukan evaluasi di akhir masa jabatan nanti. Kami juga harus melakukan koordinasi dengan pimpinan partai di tingkat Jawa Timur maupun di tingkat pusat,” kata Madini.
Hendy dan Firjaun dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021. Mereka terpilih setelah memenangi pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020.
Duet yang diusung Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat ini memperoleh dukungan 489.794 suara (46,60 persen).
Mereka mengalahkan pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto yang memperoleh 328.729 suara (31,27 persen) dan pasangan Abdussalam-Ifan Ariadna yang mendapatkan 232.648 suara (22,13 persen). [wir/kun]






