Surabaya (beritajatim.com) – Di Pasuruan ada sebuah mitos mengenai ikan Sengkaring, yang ada di wisata alam Banyubiru.
Masyarakat Pasuruan pasti mengenal ikan Tombro atau Sengkaring yang mitosnya sangat kental serta terus dipercayai turun temurun. Ikan ini sendiri hanya bisa ditemui di wisata alam Banyubiru, yang terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Dari Kota Pasuruan, jaraknya sekitar 15 km.
Asal Muasal Ikan Sengkaring di Banyubiru Pasuruan
Masyarakat sekitar wisata alam Banyubiru percaya bahwa asal muasal ikan Sengkaring adalah dari peninggalan pasukan kerajaan Majapahit.
Menurut juru kunci wisata alam Banyubiru yang dijelaskan dalam akun situs resmi kabupaten Pasuruan, ikan Sengkaring adalah peninggalan pasukan Majapahit yang menemukan tempat mata air Banyubiru.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pasuruan”]
Pada waktu itu kolam Banyubiru pernah disinggahi Raja Majapahit, Hayam Wuruk saat dalam perjalanan ke Lumajang.
Dari banyaknya pasukan Majapahit yang ikut, satu pasukan bernama Tombro yang pertama kali yang menemukan kolam Banyubiru.
Dari sinilah masyarakat sekitar menamai ikan Sengkaring dengan sebutan Tombro.
Ikan Tombro Tidak Boleh Dimakan dan Dibawah Pulang
Meskipun Jumlah ikan Tombro banyak karena sudah beranak pinak, namun kita tidak boleh memakannya dan dibawa pulang.
Para pengunjung dilarang mengambil ikan Sengkaring yang ada di kolam utama. Sebab, dulunya ada pesan dari Mbah Tombro yang melarang memindahkan ikan tersebut dari asalnya.
Bila larangan tersebut dilanggar, maka pelakunya akan terkena sial. Bahkan, Subandi mengatakan ada pengunjung yang tidak percaya dan ingin mengambil ikan itu. Tapi, sebelum mengambil yang bersangkutan langsung pingsan tanpa sebab.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pasuruan”]
Menjadi Daya Tarik wisatawan
Keberadaan ikan Tombro di wisata Pemandian Alam Banyubiru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Biasanya wisatawan berenang sambil mengabadikan momen bersama ikan-ikan Sengkaring.
Mengutip situs resmi Pemkab Pasuruan, Banyubiru awalnya bernama Telaga Wilis. Nama Banyubiru terlihat lebih cocok karena warna airnya yang biru.
Wisata Banyubiru memiliki empat kolam renang. Dua kolam dari mata air asli. Dua lagi merupakan kolam buatan.
Telaga ini buka Senin-Kamis pukul 08.00-15.00 WIB. Sedangkan Jumat-Minggu, buka pukul 08.00-16.00 WIB. Sedangkan harga tiket masuknya cukup terjangkau, yakni Rp 5.000. (kai/ian)






