Surabaya (beritajatim.com) – Akibat kasus penganiayaan yang dialami, David Latumahina putra petinggi GP Ansor kini didiagnosis mengalami diffuse axonal injury.
David mengalami koma dalam kondisi kritis beberapa hari usai dihajar Mario Dandy yang merupakan anak salah satu pejabat pajak.
Terlepas dari kasus yang sedang didalami pihak berwajib, ada kondisi kesehatan David yang dinyatakan mengalami diffuse axonal injury.
Lalu apa yang dimaksud dengan diffuse axonal injury dan apakah bisa menyebabkan seseorang seperti David gagar otak? Simak ulasan berikut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kasus”]
Kondisi Diffuse Axonal Injury
Dilansir beritajatim.com dari StatPearls, diffuse axonal injury atau biasa disebut DAI merupakan salah satu jenis cedera otak traumatis yang diakibatkan oleh cedera tumpul pada otak.
Cedera otak traumatis diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, dan berat berdasarkan skala koma Glasgow (GCS). Skala ini dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran, terutama pada orang yang mengalami cedera kepala.
Pasien cedera otak traumatis dengan GCS 13 sampai 15 tergolong ringan, yang termasuk mayoritas pasien cedera otak traumatis.
Pasien dengan GCS 9 hingga 12 dianggap memiliki cedera otak traumatis sedang, sedangkan pasien dengan GCS di bawah delapan diklasifikasikan memiliki cedera otak traumatis berat.
GCS mengukur tiga fungsi berikut. Yaitu mata (kemampuan membuka mata), suara (kemampuan bicara), dan gerakan tubuh. Tiga aspek ini dinilai melalui pengamatan, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan angka GCS.
[berita-terkait number=”2″ tag=”anak-pejabat”]
Bahaya Seorang Alami Diffuse Axonal Injury
Kondisi ini cukup membahayakan bagi orang yang mengalaminya. Di banyak negara, cedera otak traumatis seperti ini merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di kalangan anak-anak dan dewasa muda.
Hal ini karena adanya kerusakan mikroskopis dan kasar pada akson di otak yang terletak oada persimpangan materi abu-abu dan putih. Cedera aksonal difus umumnya mempengaruhi saluran materi putih yang berhubungan dengan korpus kalosum dan batang otak.
Diperkirakan sekitar 10% dari semua pasien dengan cedera otak berat yang dirawat di rumah sakit akan mengalami DAI pada tingkat tertentu. Sayangnya, pasien dengan diagnosis DAI diperkirakan sekitar 25% akan mengakibatkan kematian.
[berita-terkait number=”2″ tag=”penyakit”]
Gejala Seorang Alami Diffuse Axonal Injury
Gejala yang paling sering terjadi pada pasien adalah sakit kepala. Gejala pasca-gegar otak lainnya dapat berupa pusing, mual, muntah, dan kelelahan.
Namun, pasien dengan cedera aksonal difus yang parah juga dapat mengalami penurunan kesadaran dan tetap dalam keadaan vegetatif yang persisten (koma) hingga kematian. (ian)






