Surabaya (beritajatim.com) – Bendahara PW GP Ansor Jatim, Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengaku prihatin atas kejadian penganiayaan David, anak pengurus GP Ansor, yang dilakukan oleh anak eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo, Mario Dandy Satriyo.
Dia menyebut kejadian ini sangat mengagetkan. Gus Fawaid pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke aparat penegak hukum.
“Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Karena kita tahu pasti aparat penegak hukum akan bertindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Gus Fawait yang juga Bendahara Gerindra Jatim ini, Sabtu (25/2/2023).
BACA JUGA: Sri Mulyani Pecat Pejabat Ditjen Pajak, Rafael Alun Mundur dari ASN
Menurut Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini, kejadian ini ditimbulkan oleh generasi muda bangsa Indonesia. Indonesia memperoleh bonus demografi yang puncaknya terjadi pada tahun 2045.
“Ini bukan kriminal biasa. Bonus demografi ini jadi sesuatu potensi yang positif kalau kita bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Tapi juga sebaliknya bisa menjadi petaka, kalau kita tidak bisa mendidik dan membina generasi muda masa depan Indonesia. Sebelumnya, ada anak sekolah yang menendang nenek-nenek di pinggir jalan. Pendidikan akhlak dan pendidikan karakter harus menjadi titik poin,” tukasnya.
BACA JUGA: Viral Rubicon Anak Pejabat, Berikut Spesifikasi, Harga dan Biaya Pajaknya
Gus Fawait sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim terus akan menyuarakan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim agar pendidikan akhlak diperdalam lagi soal pengamalan Pancasila dan pelajaran kemanusiaan.
“Jangan hanya mementingkan anak pintar Matematika saja, tapi pendidikan akhlak, karakter dan agama juga harus diperdalam lagi. Sehingga, tidak terjadi lagi kejadian-kejadian yang dilakukan generasi muda di kemudian hari. Keluarga juga menjadi kunci dalam melakukan pendidikan di lingkungan rumah,” pungkasnya. [tok/beq]






