Jember (beritajatim.com) – Banjir kembali terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (24/2/2023) siang. Sebanyak 120 keluarga di Kecamatan Rambipuji, Patrang, dan Kaliwates dikepung air.
Sebanyak 80 keluarga di Rambipuji, 17 keluarga di Patrang, dan 23 keluarga di Kaliwates yang terdampak. Laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember menyebutkan, banjir terjadi di Dusun Krajan, Dusun Gudang Karang, Dusun Kalihputih, Dusun Kidul Pasar, Dusun Rambigundam (Kecamatan Rambipuji), Jalan Kasuari (Kecamatan Patrang), dan Kampung Ledok (Kecamatan Kaliwates).
Situasi banjir ini kemudian dilaporkan langsung oleh Hendy kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa via pesan WhatsApp. “Saat ini sedang banjir lagi yg cukup besar. Semoga semua selamat. Mohon doa Ibu,” katanya.
BACA JUGA:
Rumah Kebanjiran Lagi, Bupati Jember Lapor Gubernur Jatim
Rumah pribadi Hendy di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, juga kebanjiran. Sebelumnya, rumah pribadi Hendy direndam banjir akibat meluapnya Sungai Jompo, Rabu (28/12/2022).
“Menurut pengalaman kami selama ini, biasanya puluhan tahun nggak pernah rumah kami di Jompo banjir naik sampai dua kali seperti ini. Ini artinya aliran sungai di Kabupaten Jember harus ada penanganan yang komprehensif dan total. Jika tidak, akan ada yang lebih besar lagi dampak banjirnya ke masyarakat. Mohon dukungan Ibu Gubernur. Matur nuwun,” kata Hendy kepada Khofifah.
BACA JUGA:
Banjir Hanyutkan 4 Jenazah dari Kuburan di Kaliwates Jember
Sementara itu, pemerintah meminta kepada warga yang tinggal di tepi sungai Dinoyo agar waspada. Air sungai berwarna coklat dan membawa potongan kayu. “Air sudah masuk ke beberapa rumah masyarakat. Kita tidak tahu berapa kedalamannya. Tetap waspada,” kata Ajun Inspektur Satu Supriyanto dari Kepolisian Sektor Rambipuji.
Hendy berharap pemerintah pusat memasukkan Jember dalam program penanganan bencana banjir nasional. “Penanganannya harus kolaboratif antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jatim, dan Pemkab Jember, dari hulu ke hilir,” katanya. [wir/suf]






