Surabaya (beritajatim.com) – Mengacu pada kalender Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia telah menetapkan 1 Syaban jatuh pada hari ini, Rabu (22/2/2023). Adapun berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan pada bulan ini.
Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, di mana bulan ini berada di antara bulan Rajab dan Ramadan.
Dalam hadist riwayat Nasa’i, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa pada bulan Syaban banyak manusia yang lalai. Padahal, pada bulan tersebut Allah SWT menaikkan berbagai amalan sehingga dianjurkan untuk berpuasa pada waktu-waktu tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Adapun amalan yang diutamakan ketika memasuki bulan Syaban, di antaranya:
Puasa
Sebelum memasuki bulan Ramadan, bulan Syaban ini merupakan waktu yang tepat untuk mengganti puasa di tahun lalu. Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan puasa Nisfu Syaban pada 15 Syaban.
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ
Artinya: “Nabi SAW bersabda, ‘apabila datang malam Nifsu Syaban maka salatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya. Karena rahmat Allah SWT ke langit dunia pada saat tersebut sejak terbenamnya matahari dan Allah SWT berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun maka akan Aku ampuni, adakah yang meminta rezeki maka akan Kuberi rezeki baginya, adakah yang terkena musibah maka Aku lindungi, adakah demikian, hingga terbit fajar. (HR Imam Ibn Majah)
Salat Tahajud
Pada bulan Syaban, umat muslim juga dianjurkan untuk melakukan salat malam atau Tahajud. Pada waktu tersebut, merupakan keuntungan bagi hamba Allah SWT yang melaksanakan salat malam. Di mana Allah SWT telah menjanjikan akan terkabulnya permintaan. Termasuk di dalamnya permohonan pengampunan.
Baca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an juga bagian dari amalan yang diutamakan. Apalagi amalan ini berguna sebagai pengantar menuju bulan Ramadan. Selain itu, memperbanyak dzikir serta istighfar juga sangat dianjurkan. Karena amalan tersebut dapat melindungi manusia dari segala hal yang buruk, sekaligus membuka pintu ampunan dari Allah SWT.
Bersholawat
Selain berdzikir, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan untuknya”.
Perbanyak doa
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa memperbanyak doa pada bulan Syaban sangat dianjurkan. Adapun sebelum meminta dan memohon ampunan sebaiknya baca surah Yasin sebanyak tiga kali, adapun setiap selesai membacanya mintalah agar diberikan umur yang panjang sekaligus kesehatan, rezeki yang senantiasa berkah, dan terakhir pengampunan atas dosa-dosa dan lain sebagainya.
Setelah itu, lanjutkan dengan membaca doa Nisfu Syaban.
اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka pemaaf maka maafkanlah aku. Ya Allah sesungguhnya aku memohon maaf afiyah, dan keselamatan yang terus menerus dalam agama dan dunia akhirat”.
(fyi/nap)






