Surabaya (beritajatim.com) – Kapolda Jatim Irjen Toni Hermanto mengingatkan agar ledakan yang terjadi di Blitar tak terulang lagi, khususnya di Jawa Timur. Toni berharap pada masyarakat apabila di lingkungan sekitarnya ada kegiatan yang serupa untuk segera melapor kepada Kepolisian.
“Kita berharap ini menjadi yang terakhir, ruang-ruang yang memungkinan adanya seperti itu. Untuk warga yang lingkungan di sekitarnya mengetahui ada hal yang seperti demikian untuk segera melaporkan ke petugas,” ujar Toni.
Sampai saat ini, lanjut Toni, tim labfor Polda Jatim masih melakukan penyidikan terjadinya ledakan bahan petasan di Blitar
“Sampai saat ini masih dilakukaan proses penyelidikan dan juga masih dilakukan proses penyelidikan juga tentang peristiwa yang terjadi, ” ujar Toni, Selasa (22/2/2023) di Mapolda Jatim.
Rencananya, hari ini Forkopimda Jatim akan meninjau lokasi ledakan petasan dan melihat dampak yang ditimbulkan. Juga bersimpati kepada para korban yang ada di sekitar sumber ledakan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ledakan-petasan-blitar”]
Toni menegaskan peristiwa yang terjadi di Blitar tersebut akan dilakukan proses hukum.
“Sudah Pasti bila bersingungan dengan masalah hukum akan kami tindak,” tandas Toni.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan keras menghancurkan 25 rumah di Dusun Sadeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Kejadian yang menewaskan 4 orang dan 23 korban luka ini berlangsung pada Minggu (19/2/2023) malam.
Ledakan ini menewaskan empat orang yakni Darman (65) selaku pemilik rumah, Aripin (anak korban), Widodo (anak korban) dan Wawa (keponakan korban). [uci/beq]






