Surabaya (beritajatim.com) – Dalam sepekan ini, BPBD Surabaya mengevakuasi tiga korban tenggelam dan hanyut di sungai lantaran debit air yang tinggi akibat musim hujan.
Seperti yang menimpa Supri, pencari kerang yang tenggelam di Sungai Jalan Ngagel (Depan SPBU Ngagel). Supri meninggal saat mencari kerang bersama 3 temannya dalam kondisi mabuk. Debit air yang tinggi dan arus yang deras akhirnya membuat Supri hanyut dan ditemukan 20 meter dari titik terakhir Supri terlihat meminta pertolongan.
BPBD Surabaya juga menemukan dua jenazah korban yang tewas tenggelam di Sungai Wonokromo, Senin (20/02/2023) hari ini. Jenazah pertama ditemukan oleh petugas BPBD Surabaya di aliran sungai Jagir di Mangrove.
“Korban Suharno Abdillah, dilaporkan tenggelam diduga bunuh diri pada Sabtu, (19/02/2023). Baru kita temukan tadi di Mangrove atau 7 km dari titik awal tenggelam,” ujar Kabid Darlog BPBD Surabaya, Buyung Hidayat Rachman, Senin (20/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”BPBD-Surabaya”]
Buyung menambahkan, jika jenazah kedua yang belum diketahui identitasnya, ditemukan di sekitar 70 meter dari pintu Air Jagir. Korban pria tersebut terlihat mengapung sekitar pukul 15.00 WIB. “Keyakinan kami begitu (jenazah kedua adalah yang dilaporkan warga kemarin tenggelam), karena pakaiannya sama,” imbuh Buyung.
Buyung mengungkapkan, pihak keluarga jenazah yang ditemukan di Mangrove telah mendatangi petugas. Mereka mengaku korban sudah tidak pulang sejak Minggu (20/02/2023). “Kalau laporan, (korban) yang dewasa itu baru berani melaporkan setelah banyak petugas,” ujarnya.
Kepada masyarakat Surabaya, Buyung lantas menghimbau agar tidak beraktivitas di sungai Surabaya. Apalagi sampai berenang di tempat yang sudah dipasangi rambu-rambu.
“Orang tua juga harus menjaga anaknya agar tidak bermain di sepanjang sungai. Kalau dari kita ga pernah berhenti sosialisasi selain itu sudah kami pasangi rambu-rambu untuk tidak melakukan aktivitas di sungai apalagi ini musim hujan,” pungkasnya. (ang/kun)






