Pasuruan (beritajatim.com) – Pedagang baju terpaksa tak bisa membawa pulang dagangannya di gelaran konser dangdut di GOR Kota Pasuruan. Para pedagang mengaku bahwa dirinya tidak bisa mengeluarkan barang dagangannya karena belum membayar sewa.
Hal ini diungkapkan oleh Saiful (43) salah satu pedagang pakaian yang barang dagangannya ditahan. Saiful mengatakan bahwa dirinya bahkan mengalami kerugian dari berlangsungnya event ini.
“Kemarin, Kamis (16/2/2023) malam penyelenggara event datang ke tempat dagangan dan mengancam barang saya tidak diperbolehkan keluar. Padahal cuaca hujan terus omset juga cuman sedikit,” jelas Saiful, Jumat (17/2/2023).

Saiful juga menjelaskan, dari 14 hari event pameran, dirinya hanya berjualan selama lima hari. Dikarenakan sisa hari berikutnya hujan deras dan tidak memungkinkan untuk berjualan.
Tapi Saiful sendiri sudah mempunyai itikad baik untuk membayar. Namun dirinya hanya mampu membayar setengah dari yang diminta Rp 2 juta dan akan membayar Rp 1 juta.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Saiful berharap barang dagangnya bisa keluar dengan selamat dari GOR Kota Pasuruan. Sehingga kemudian dirinya bisa berjualan lagi di tempat lainnya.
“Yang penting barang dagangan saya bisa keluar dengan selamat dan saya mau bayar Rp 1 juta. Tapi kalau bayar Rp 2 juta, saya gak mampu bayar, karena sepi,” tambah Saiful.
Beritajatim.com mencoba menghubungi penyelanggara event dari AN Promosindo, Yuski. Tetapi saat dikonfirmasi, pihaknya tidak memberikan jawaban. [ada/but]






