Ponorogo (beritajatim.com) – Satpol PP Ponorogo dengan kepolisian kembali menggelar razia anak bolos sekolah. Dalam razia kali ini, petugas berhasil mengamankan 13 siswa yang berkeliaran di luar sekolah saat jam-jam pelajaran. Sasaran razia anak bolos sekolah kali ini, berfokus di Kecamatan Babadan. Petugas dari Satpol PP dan Polsek Babadan ke beberapa titik yang disinyalir kerap digunakan pelajaran untuk bolos sekolah.
“Kita kunjungi beberapa titik yang disinyalir digunakan pelajar untuk bolos sekolah saat jam-jam pelajaran di wilayah Kecamatan Babadan. Ada 13 sisiwa yang terjaring dan dibawa ke Polsek Babadan,” kata Kabid Ketertiban Umum ketentraman Masyarakat dan Kebakaran, Dinas Satpol PP Ponorogo Siswanto, Jumat (17/02/2023).
Dari 13 siswa yang terjaring razia tersebut, terdiri dari 2 siswa SMA, 4 siswa SMK dan 7 siswa setingkat SMP. Sampai di Mako Polsek Babadan, belasan pelajar ini dilakukan pendataan. Petugas dari Satpol PP dan Polsek Babadan juga memberikan pembinaan dan edukasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”razia”]
“Kita juga hubungi pihak sekolah dan orangtuanya. Ini bisa menjadi pelajaran babwa mereka juga harus tahu kegiatan anaknya. Apakah benar-benar ke sekolah atau bolos,” ungkap Siswanto.
Siswanto menghimbau masyarakat juga ikut mengawasi kegiatan putra dan putrinya yang ke sekolah. Apakah benar, saat kegiatan belajar berlangsung benar-benar di sekolah atau malah bolos. “Pelajar ini juga kita minta bikin surat pernyataan, supaya tidak mengulangi perbuatannya tersebut,” pungkasnya.
Seminggu sebelumnya, Satpol PP Ponorogo juga menggelar razia pelajar yang sering bolos di wilayah Kecamatan Kauman. Dari situ, Satpol PP yang juga dibantu oleh pihak kepolisian itu berhasil menjaring 17 siswa yang bolos saat mata pelajaran masih berlangsung. Razia yang dilakukan di Kecamatan Kauman ini merupakan tindak lanjut kelurahan dari warga Desa Gabel Kecamatan Kauman saat acara Jumat berkah. (end/kun)






